pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Perjuangkan Aspirasi Tenaga Perawat Honorer

MAMUJU, BKM — Aksi unjukrasa yang dilakukan para tenaga perawat honorer pada Kamis pekan lalu (6/12), mendapat respon positif dari para anggota DPRD Mamuju. Sejumlah anggota DPRD Mamuju menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju, H Suaib, kembali mengulang jawabannya saat menerima para tenaga perawat honorer di kantor bupati Mamuju, beberapa hari lalu. ”Kita tentu sangat berkeinginan untuk mewujudkan harapan para perawat. Utamanya soal kenaikan upah. Namun sekali lagi saya sampaikan, jumlah tenaga honorer kita termasuk para perawat sudah melebihi kapasitas yang harusnya dibutuhkan. Olehnya itu, menaikkan upah ini tentu hal berat. Karena kondisi keuangan daerah yang tidak mampu,” tandas Suaib saat dikonfirmasi usai rapat yang dipimpin Ketua DPRD Mamuju, Hj St Suraidah.
Dikatakan, dalam waktu dekat akan ada PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). ”Saya berharap ini bisa dimanfaatkan bagi tenaga honorer nantinya. Silakan mendaftarkan diri. Karena haknya mirip dengan pegawai termasuk upah. Jadi harap bersabar dulu. Karena tidak mungkin kita akan membuat kebijakan sekarang yang justru nanti tidak sinkron dengan kebijakan PP 49 soal PPPK,” imbuhnya.
Dalam Rapat yang dilakukan hingga tengah malam tersebut, sejumlah anggota dewan terus mendesak kepada Sekkab untuk membuat keputusan. Di antaranya Ado Masud, Syamsuddin Hatta, Ramliati S Malio, maupunMasram Jaya.
”Ini harus segera ditindaklanjuti oleh eksekutif. Karena saya kuatirkan kalau aksi unjuk rasa dari teman-teman perawat ini berkepanjangan masyarakat akan menjadi korban. Karena para perawat tidak bekerja,” tandas anggota DPRD Yuslifar Yunus.
Sesuai penjelasan salah seorang tenaga perawat dihadapan anggota DPRD Mamuju, mengatakan kesediaan mereka untuk dilakukan rasionalisasi jumlah perawat. Suaib menekankan, itulah salah satu jalan jika memang kenaikan upah tersebut harus dilakukan.
”Asumsinya dari analisis kebutuhan untuk tenaga perawat kita hanya perlu mengakat 140 orang. Namun kenyataannya, sekarang jumlahnya jauh diatas itu. Jadi kalau kita bisa kurangi jumlahnya, kenaikan upah bukanlah hal yang mustahil,” jelasnya. (ala/mir/c)



×


Dewan Perjuangkan Aspirasi Tenaga Perawat Honorer

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar