MOMENTUM politik pemilihan presiden (Pilpres) dan Pileg 2019 sudah di depan mata. Namun, masih banyak persoalan di hadapi KPU di semua tingkatan.
Mulai dari soal alat peraga kampanye (APK) daftar pemilih tetap (DPT), dan sosialisasi bagi pemilih rentan atau berkebutuhan khusus.
Seperti diketahuim ada 5 bentuk warna kertas surat suara, sementara KPU belum juga mensosialisasikan ke masyarakat. Lebih khusus untuk tuna netra (buta), tuna grahita (gangguan jiwa/gila), serta disabilitas lainya. Maka beberapa pihak angkat bicara menilai kinerja KPU belum maksimal untuk sosialisasi.
Mantan Ketua KPU Sulsel, peripde 2003/2008 Mappinawang menyesalkan penyelenggara pemilu yang saling berharap. Bahkan dalam menjalankan tugas pokok dinilai lamban serta belum maksimal.
Sebagai bekas mantan penyelenggara pemilu. Mappinawang mencontohkan, saat ini pemilu 2019 sudah di depan mata. Akan tetapi sosialisasi terkait warna kertas dan aturan lainya belum berjalan normal.
“Sosialisasi perlu. Terutamaa kalangan bawa. Saya lihat sepertinya tugas KPU belum maksimal,” ujarnya saat ditemui Minggu (9/12).
Ia menyebutkan, persoalan sekarang yang dihadapi oleh penyelenggara pemilu yakni menyisir pemilih yang rentan untuk memberikan edukasi serta pemahaman politik yabg baik saat pencoblosan berlangaung.
Menurutnya, hingga saat ini KPU belum bergerak mensosialisasikan ke klayak kaum tuna netra (buta), tuna grahita (gangguan jiwa/gila), serta disabilitas lainya. Bahkan hal ini akan menjadi sorotan nanti.
“Tugas ini harus diperhatikan apalagi orang gila disuru memilih. Harus daftar sekian orang masuk kategori itu, kemudian perbanyak sosialisasi. Hal ini agar masyarkat bisa memahami,” katanya.
Ia juga menilai banya aturan di lingkup penyelenggara dan pengawas membuat kebijakan tumpang tindih antara KPU dan Bawaslu. “Jangan sampai banyak aturan penyelenggara tak tauh,” pungkasnya. (arf/rif
KPU Belum Maksimal Sosialisasi
×

