MAKASSAR, BKM– Partai politik pengusung dua pasangan calon presiden dan wakil presiden mengklaim unggul survei di Sulsel. Klaim ini dilakukan berdasarkan penjajakan perilaku pemilih dengan menggandeng lembaga survei maupun survei internal partai.
Partai pendukung pasangan Prabwo Subainto – Sandiaga Salahuddin Uno, Gerindra bahkan membeberkan angka persentase kemenangan. Sementara pihak pengusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin merahasiakan dengan alasan kepentingan strategi. Yang pasti, kubu Jokowi – Ma’ruf juga mengklaim unggul telak di Sulsel.
Juru bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arief mengklaim bahwa saat ini persentase kemenangan Prabowo-Sandi sudah berada diangka 68 persen. Dia mengatakan angka ini berdasarkan perilaku pemilih melalui hasil survei.
Tidak hanya itu saja, selama tiga bulan terakhir mendampingi Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Idris Manggabarani dalam melakukan sosialisasi, kecenderungan masyarakat memang mayoritas memilih calon presiden dan wakil presiden nomor 2 itu. “Hasil survei menunjukkan trend kemenangan Prabowo-Sandi sampai angka 68 di Sulsel. Selama tiga bulan saya turun sosialisaai, mulai September mendampingi Andi Idris Manggabarani,” ungkap Syawaluddin Arif melalui pesan Whatsapp, Senin (10/12).
Meskipun begitu, dia mengimbau kepada tim pemenangan Prabowo-Sandi untuk terus bergerak, menjaga agar masyarakat tetap yakin sampai hari pemilihan. Saat ditanya tentang langkah strategis untuk meningkatkan trand survei, minimal mempertahankan posisi, Syawal enggan untuk membeberkan terlalu jauh.
“Langkah dan strategi tidak bisa dipublis, yang bisa saya sampaikan bahwa door to door jalan terus. Rekruitmen relawan dan sosialisasinya terus berjalan setiap hari,”ucapnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali mengemukakan bila di Makassar masyarakat lebih cenderung mendukung Prabowo-Sandi. Apalagi menurutnya, masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan di Pileg dan Pilpres. Dimana dukungan kepada pasangan calon di Pilpres disingkronkan dengan pilihan di Pileg.
“Tetapi ada keuntungan dan kekurangannya, tetapi untuk konteks Kota Makassar ini, Alahamdulillah setelah melihat dilapangan, kecenderungan tingkat penerimaan kepada Prabowo-Sandi itu sangat meningkat,” bebernya.
Terpisah, Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) masih enggan menyebut angka kemenangan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf di Makassar dengan dalih demi kepentingan strategi.
Meski begitu, RPG yang juga anggota DPRD Sulsel dua periode ini mengaku telah melakukan pemetaan yang merujuk pada hasil survei itu. Ada dua langkah strategis kedepan untuk meningkatkan posisi Jokowi-Ma’ruf saat ini.
“Tidak mungkin kita bocorkan, yang pasti kita leading jauh menang. Saya pikir disebelah juga tau kondisinya. Tapi tidak harus dipublish, Ini kan bagian strategi, kita tinggal masuk dalam dua swing voters yang jumlahnya cukup tinggi, yaitu pemilih millenial dan ibu-ibu. Jadi itu sasaran kita,”akunya.
Sekretaris DPD II Golkar Makassar Abd Wahab Tahir secara gamblang menyebutkan, bahwa Prabowo-Sandi tertinggal jauh. Sehingga pihaknya sudah menyiapkan langkah strategis ke depan untuk meningkatkan trend survei. “Kita lebih door to door menyampaikan ke masyarakat. Kita kan target utama memerangi hoaks yang banyak mendiskreditkan calon kita,” ujar Wahab.
Hal lain, pihaknya mengaku telah melakukan mapping pemilih. Sehingga sasaran segmen pemilih dan wilayah sudah jelas. “Kita sudah tau. Makassar ini sudah mapping lah. Hanya belum kita sampaikan ke publik. Kami sudah tau cara meramu di kota makassar,” tutupnya. (ita/rif)
Kedua Timses Kejar Suara Perempuan dan Millenial
×

