TANA TORAJA, BKM — Pelaksanaan Lovely December Kemilau Toraja 2018 memberikan banyak dampak positif bagi Tana Toraja. Salah satunya adalah komoditas kopi khas Toraja.
Usai pelaksanaan Festival Kopi di Pangopango 8 hingga 9 Desember lalu, permintaan terhadap kopi Toraja meningkat. Hal ini diakui Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.
“Sejak rangkaian acara, utamanya setelah Festival Kopi digelar peminat kopi Toraja naik. Permintaan saat ini tidak lagi sebanding dengan stok yang ada, ” ujar Victor.
Menurut Ketua Partai Golkar Tana Toraja ini, tahun 2019 nanti, Pemkab Tana Toraja harus mengantisipasi hal ini.
“Bayangkan selama ini produksi kopi petani baru 500 kilogram per hektar. Padahal normalnya 750 kilogram per hektar. Untuk itu, kita harus memperluas areal perkebunan kopi, ” katanya.
Selain itu, lanjut Victor, yang harus dilakukan adalah peremajaan pohon kopi yang saat ini sudah tua dan produksinya menurun.
Pemkab Tana Toraja, kata Victor juga siap menjaga dan menjamin agar harga kopi tetap stabil.
“Kita akan memperbaik infrastruktur yang berkaitan dengan kebun kopi. Kita sudah harus serius mengelola komoditas ini karena kopi Toraja adalah kopi favorit wisatawan dan dunia internasional, ” katanya. (agus)

