GOWA, BKM — Lazim terjadi setiap ada hari besar dimungkinkan harga kebutuhan pokok bergerak naik. Namun, jelang perayaan Natal dan pergantian tahun 2018 ke 2019, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Gowa tetap stabil. Hampir tidak ada kenaikan.
Hal itu terlihat dari kondisi harga di pasar-pasar tradisional di Gowa. Terkait kestabilan harga kebutuhan ini juga diakui Kadis Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Gowa, Andi Sura Suaib.
Saat dihubungi Jumat (14/12/2018), Andi Sura mengatakan kenaikan harga itu dipicu adanya permintaan stok kebutuhan. Dan kalau permintaan tidak tinggi maka harga yang ditawarkan pedagang tetap akan normal.
“Kenaikan harga itu pasti dengan adanya permintaan yang meningkat dari masyarakat juga. Tapi sejauh ini terpantau belum ada itu,” jelasnya.
Andi Sura juga menuturkan, untuk memantau harga bahan pangan di pasaran, pihaknya telah menurunkan tim pemantau di pasar-pasar tradisional yang ada di Sungguminasa.
“Sementara ini tim kami sedang turun ke lapangan untuk memantau harga bahan pangan jelang natal dan tahun baru ini,” kata Andi Sura.
Andi Sura pun membeber harga sejumlah kebutuhan pokok per 13 Desember 2018 seperti kebutuhan akan minyak goreng, beras, telur, cabai dan bawang. Harga sejumlah kebutuhan ini masih tetap.
Untuk jenis minyak goreng seperti jenis bimoli harganya Rp 14.000 per liter sedang minyak goreng curah juga Rp 10.000 per liter. Beras medium Rp 8.500 per Kg, beras premium Rp 12.000 per Kg, beras ketan putih Rp 18.000 per Kg, beras ketan hitam Rp 20.000 per Kg.
Untuk jenis telur ayam ras Rp 43.000 per rak, telur ayam kampung Rp 2.000 per butir, telur itik Rp 2.500 per butir. Cabe merah besar Rp 12.000 per Kg, cabe keriting Rp 16.000 per Kg, cabe rawit merah Rp 22.000 per Kg, cabe rawit hijau Rp 20.000 per Kg. Sedang bawang merah Rp 26.000 per Kg dan bawang putih Rp 18.000 per Kg. (saribulan)

