NAMANYA Minawati (45). Warga Honto Dusun Lita-litae, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai sebagai seorang ibu yang memiliki cita-cita cemerlang.
Minawati bukan ibu rumah tangga biasa seperti ibu rumah tangga lainnya di Sinjai Selatan. Ia memiliki cita-cita tinggi untuk empat orang anaknya. Pasangan Minawati/Sanuddin memiliki tekad menyekolahkan dan menguliahkan anaknya hingga perguruan tinggi di Makassar.
Anak pertama mereka Hasriati, S.Pd (25). Ia telah menyelesaikan studinya sebagai sarjana pendidikan di Unismuh Makassar dan adiknya Nurahmi kini semester IV di Unismuh Makassar, Sri Wahyuni masih duduk di bangku SMA 12 SinjaiKelas IPA dan adiknya kelas lima SDN 132 Bulujampi Sinjai.
Mina sapaannya tiap hari hanyalah seorang ibu rumah tangga dan buruh tani. Suaminya Sanuddin sebagai pedagang ikan keliling pelosok desa di Sinjai.
Di desa itu Mina tercatat sebagai warga miskin di Sinjai. Ia sebagai penerima bantuan beras miskin.
Mereka tinggal di sebuah rumah 4×5 meter berdinding papan kayu dan atap seng. Mereka tinggal di pedalaman Sinjai dengan jarak dari ibukota Sinjai 25 kilometer di bagian Selatan Sinjai.
Mina kerap menjadi seorang buruh tani musiman di kampungnya, diantara ibu-ibu lainnya di desa itu seorang penyabar, jarang terdengar berkeluh kesah seperti ibu rumah tangga lainnya di Sinjai. Meski ia hidup penuh keterbatasan.
Ia juga seorang ibu yang aktif dan menjadi anggota majelis taklim Babussalam Honto Desa Gareccing.
Aminah mengungkapkan bahwa dirinya berjuang penuh membiayai anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikannya meski ia kebutuhan hidupnya jauh dari cukup.
“Cukuplah kami berdua sebagai orang tua, hidup kami seperti ini (penuh keterbatasan). Anak-anak kami harus bersekolah tinggi-tinggi karena pendidikan investasi yang tidak ternilai harganya,” kata Aminah, pagi tadi Minggu (23/12).
Mina mengungkap bahwa jika sabar dan berdoa dan berusaha pasti ada jalannya yang diberikan oleh-Nya. Itulah yang membuat hati Aminah tegar menghadapi tantangan hidup yang ia alami.
Disaat anak-anaknya bersamaan meminta iuran sekolah dan kuliah, disaat itulah puncak doa Aminah dan kerap saja ada jalan keluarnya. Termasuk keluarganya yang tinggal di Makassar turut membantu Aminah jika sedang kesulitan. (din/C)

