MAKASSAR, BKM– Kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga yang masuk di Kecamatan Mariso termasuk sebagai salah satu ruas jalan di Kota Makassar rawan genangan serta banjir saat musim hujan. Kondisi ini yang sempat terjadi pada awal November lalu.
Seorang penjual pisang eppe, Daeng Ahmad kepada BKM menuturkan, jika belum lama ini, sebagian ruas di Jalan Metro Tanjung Bunga terendam banjir. Semua kendaraan yang mencoba menerobos banjir mogok di tengah jalan. Tidak banyak kendaraan baik itu motor maupun mobil berhasil keluar dari banjir.
“Sekitar awal November lalu sempat ruas jalan ini banjir, dan memang banyak kendaraan yang mogok. Banjirnya mulai dari ujung Jalan Metro Tanjung Bunga sampai di depan RS Siloam. Tapi bulan ini selama hujan sudah tidak mi lagi ada banjir,” aku Ahmad, Rabu (26/12).
Seperti yang disampaikan Ahmad, banjir yang terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga diketahui karena banyaknya sampah-sampah menumpuk di dalam saluran air. Jenis-jenis sampah banyak ditemukan saat pengerukan adalah rumput, tanah, dan sedikit sampah plastik bungkusan.
“Setelah dikeruk, sudah tidak adami lagi banjir. Kalupun ada genangan air seperti sekarang tidak terlalu tinggi ji. Pengerukan dilakukan sebelum datang pak Jokowi di kota ini. Sempat dulu juga datag anggota dewan waktu reses dia minta ke kecamatan perhatikan drainase disini biar tidak ada genangan dan banjir,” tambahnya.
Selain Jalan Metro Tanjung Bunga di Kecamatan Mariso, masih ada beberapa kecamatan memiliki ruas jalan yang rawan banjir seperti Kecamatan Rappocini, Tamalanrea, dan Biringkanayya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Taufik Rahman mengaku pihaknya sudah siap mengantisipasi banjir dan genangan.
Menurutnya, secara administratif Kota Makassar sudah dinyatakan siaga darurat banjir. Sehingga BPBD mengajak seluruh stake holder dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Jadi kita menyatakan Makassar siaga darurat banjir, tetapi belum darurat. Sehingga saat ini kita sedang bersiaga karena curah hujan semakin tinggi,” kata Taufik.
Curah hujan, lanjut Taufik diperkirakan diatas 500 ml per-dasarian atau perbulannya mulai dari Desember hingga Januari tahun depan. Menurutnya hal itu berdasarkan hasil konfirmasi pihak BPBD ke BMKG terkait perkiraan cuaca.
Olehnya itu, pihak BPBD telah menyiapkan peralatan serta mengerahkan personil dibantu dengan Dinas teknis seperti Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta PDAM.
“Selain itu ada kelompok-kelompok penangulangan bencana seperti dari mahasiswa, organisasi SAR dan kelompok lainnya. Kami sudah koordinasi dengan mereka dan kami sudah menginstruksi mereka bertugas dititik titik mana,” ucapnya.
Lebih jauh ia menuturkan bahwa di Kota Makassar ada tiga titik besar yang telah diidentifikasi kemungkinan terjadinya genangan air. Yakni di wilayah Kodam III Daya dan sekitarnya, Kelurahan Katimbang, serta bagian Antang Kecamatan Manggala.
Taufik pun berharap aktifitas masyarakat tidak terganggu meskipun intensitas curah hujan tinggi.
“Hujan tinggi tetapi tidak mengganggu aktifitas masyarakat, itu harapan kita. Mudah-mudahan hujan turun merata supaya tidak terkonsentrasi dalam waktu seminggu atau empat hari,” tambahnya.
Selain itu, perubahan cuaca pada musim hujan kemungkinan juga dapat disertai dengan angin kencang. Maka dari itu BPBD Kota Makassar telah menyiapkan segala antisipasinya.
“Seperti teman-teman di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini telah melakukan pemangkasan pohon-pohon dibeberapa titik, itu salah satu antisipasinya. Yang intinya kita tetap akan terus melakukan pemantauan termasuk menunggu laporan dari posko dimasing-masing kecamatan yang telah dibentuk pak Wali,” tutupnya.(arf-nug/b)
Jalan Metro Tanjung Bunga Rawan Banjir
×

