GOWA, BKM — Sebanyak 31 orang kepala desa terpilih dari 14 kecamatan dilantik Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di gedung Haji Bate, Jumat (28/12/2018) pukul 09.00 Wita.
Pelantikan itu dihadiri anggota DPD RI Bahar Ngitung, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, Ketua DPRD Gowa Andi Muh Ishak, Forkopimda Gowa, sejumlah anggota DPRD Gowa, Wakil Ketua TP PKK Gowa Mussadiyah Rauf, Ketua IKA DPRD Gowa Tenriolle YL, para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa, para camat, lurah dan kepala desa lainnya.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Bupati Adnan melantik dan mengambil sumpah jabatan 31 kepala desa yang merupakan hasil pemilihan langsung yang diselenggarakan pada 27 Oktober lalu untuk periode 2018-2024.
Di hadapan para kepala desa terlantik, Adnan menyerukan bahwa proses pergantian kepemimpinan desa melalui pemilihan serentak adalah suatu hal yang biasa. Untuk itu hendaknya kegiatan ini dapat dijadikan momentum sekaligus sebagai titik awal untuk menyelenggarakan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar lebih baik ke depan.
“Kepala desa yang dilantik hari ini adalah pilihan rakyat dan merupakan salah satu yang terbaik, karena itu berikan pula yang terbaik untuk rakyat, karya buah tangan anda ditunggu oleh rakyat. Dan saudara
yang telah diambil sumpahnya hari ini, harus segera menyesuaikan diri dengan tugas-tugas kepala desa,” jelas bupati.
Sementara khusus bagi kepala desa baru (bukan incumbent) agar segera pelajari, pahami dan laksanakan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama yang berkaitan dengan tugas dan wewenang, kewajiban serta hak dan larangan kepala desa. Juga diserukan agar membangun kerjasama yang sinergis dengan semua komponen dalam menyelenggarakan pemerintahan desa.
“Keberhasilan suatu desa sangat ditentukan oleh peran kepala desa, karena kepala desalah beserta aparatnya yang bersentuhan langsung dan mengetahui dinamika yang berkembang di tengah-tengah masyarakatnya. Disamping tugas pokok dan kewajibannya menjalankan pemerintahan di desa, kepala desa juga berkewajiban membina kehidupan bermasyarakat, membina perekonomian desa, memelihara ketentraman dan ketertiban desa serta mendamaikan perselisihan yang terjadi di antara masyarakat,” tandas bupati lagi.
Adnan juga mengingatkan bahwa
di pundak kepala desa terletak suatu beban yang cukup berat yang harus dipikul demi terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman masyarakat desa.
“Bangun dan tingkatkan kerjasama kalian dengan badan permusyawaratan desa (BPD) serta lembaga-lembaga lain yang ada di desa saudara. Rangkul kembali mereka yang kurang sepaham dalam pemilihan kepala desa kemarin lalu. Layanilah masyarakat tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Kalau hal ini saudara lakukan inshaallah akan tercipta suasana keakraban dan keharmonisan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan masyarakat,” tandasnya lagi.
Yang terpenting diwejangkan Bupati Gowa adalah terkait pengelolaan alokasi dana desa (ADD). Adnan menyerukan agar kepala desa serta perangkat desa harus mengelola ADD dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat desa.
“Jangan motivasi diri anda menjadi kepala desa karena anggaran dana desa yang besar. Tapi motivasi diri menjadi kepala desa untuk bisa berkarya untuk desa dan kabupaten Gowa yang kita cintai ini,” kata Adnan.
Terpisah, Kadis PMD Gowa Muh Asrul menyebutkan, tahun 2018 ini Gowa telah melakukan Pilkades pada 69 desa di 14 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa.
Dari 69 kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak pada Oktober 2018 lalu, pelantikan pejabatnya dilakukan tiga tahap berdasar masa bakti para kepala desa yang lama.
“Jadi tahap pertama ini yang dilantik sebanyak 31 kepala desa menyusul tahap kedua dan ketiga yang akan dilakukan pada bulan enam (Juni) dan Oktober 2019 mendatang,” jelas Asrul.
31 kepala desa terpilih yang dilantik itu Jumat pagi masing-masing beras dari Kecamatan Tompobulu, Biringbulu, Bontolempangang, Bungaya, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Pattallassang, Parangloe, Parigi dan Tombolopao. (saribulan)

