GOWA, BKM — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan Sosialisasi Aplikasi Konsep Pengembangan Kawasan Perumahan Masyarakat Pesisir.
Sosialisasi yang dilakukan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Departemen Arsitektur dan Departemen PWK Fakultas Teknik Unhas Gowa ini dilakukan di Tanjung Bayang, Makassar belum lama ini.
Dalam kegiatan itu hadiri tim terdiri dari empat orang dosen yakni Pratiwi Mushar ST MT, Prof Dr Ir Shirly Wunas DEA, Dr Ir Mimi Arifin MSi dan Dr Eng Ir Nasruddin ST MT.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang peserta yang berasal dari masyarakat lokal pesisir Tanjung Bayang, para Ketua RT dan Ketua RW Tanjung Merdeka, Lurah Tanjung Merdeka, Ketua LPM Tanjung Merdeka serta Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat yang merupakan mitra sekaligus sasaran utama kegiatan.
Ketua tim pelaksana kegiatan, Pratiwi Mushar ST MT mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra yang didapatkan dari hasil penelitian tim di tahun 2017 lalu yakni pengembangan perumahan masyarakat, identitas kawasan dan konflik antar fungsi ruang.
“Jadi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan pelestarian perumahan permukiman dalam wilayah pesisir pantai kota dengan menciptakan keunikan kawasan berdasarkan kearifan lokal, layak huni, layak kunjungan dan layak investasi serta pengendalian ruang wisata wilayah pesisir,” kata Pratiwi.
Dijelaskan kegiatan ini dimulai dengan sebuah materi penjelasan tentang kondisi dan permasalahan mitra saat ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Para peserta sosialisasi pu mengutarakan ketertarikannya untuk mencoba mengaplikasikan konsep yang telah diarahkan dan dipaparkan oleh tim.
Seperti dikatakan Ketua Kelompok Mitra Dg Tantu, Ketua BKM Muhammad Jufri dan Ketua LPM DgTayang. Ketiganya mengemukakan bahwa konsep yang telah dipaparkan oleh tim sangat mendukung kegiatan masyarakat lokal Tanjung Bayang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat tanpa mengabaikan kearifan lokal.
“Kami berharap, kedepannya LP2M Unhas terus melibatkan kami sebagai mitra dan sasaran pada kegiatan seperti ini agar wawasan pengetahuan masyarakat disini lebih terbuka dalam hal pengembangan kawasan pesisir,” kata Dg Tantu. (saribulan)

