JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, berharap, melalui peringatan hari ibu ke-90, perempuan harus berperan dalam menciptakan demokrasi yang bermartabat, tidak saling mencela, serta tidak menyebar hoax dalam pemilihan presiden dan legislatif akan datang.
Hal ini Hatta Rahman saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di ruang pola Parannuata Rujab Bupati Jeneponto, Jalan Malang Dg Liwang, Jumat (28/12).
Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Hj Hamsiah Iksan, Sekretaris Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Hj Nurlela Basir, para kepala OPD serta ratusan tamu undangan.
Lanjut Iksan Iskandar menuturkan, hari ibu lahir dari pergerakan kebangsaan. Dimana, peran perempuan menjadi bagian tidak bisa dipisahkan dalam perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia.
Dikatakan, hari ibu lahir pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang pada hakikatnya bertujuan menjunjung semangat dan tekad dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun di sisi lain, tidak dapat dipungkiri saat ini banyak persolan sosial perempuan, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dianggap masih diskrimanasi dalam penanganannya. Olehnya itu, harus dilakukan advokasi dan kampaye terkait peningkatan perlindungan perempuan dan anak yang harus dilakukan sampai ke akar rumput.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Nurlaela Basir, melaporkan, pelaksanaan peringatan hari ibu bertujuan agar para ibu dapat memahami perannya dalam pembangunan, seperti mendorong peningkatan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. (krk/mir/c)
Perempuan Harus Ciptakan Demokrasi Bermartabat
×

