JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar menargetkan tiga pencapaian pembangunan pada periode 2018-2023. Iksan yang baru dilantik untuk periode kedua, mengatakan, dalam kepemimpinan keduanya ini berupaya mencapai tiga target apresiasi pembangunan yang belum dapat diraih Pemkab Jeneponto.
Menurutnya, tiga target tersebut adalah Opini WTP, keluar dari Daerah Tertinggal (DT), dan Piala Adipura. ”Saya harap kita dapat membangun komitmen dalam meraih tiga hal tersebut,” harap Iksan Iskandar saat memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan OPD, di ruang pola Parranuanta, Rabu (2/1). Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati, Paris Yasir, Sekkab Jeneponto, HM Syafruddin Nurdin, para kepala OPD dan kepala bagian.
Iksan Iskandar juga menyampaikan harapan kepada wakilnya, Paris Yasir. Bupati mengatakan, Wabup kiranya dapat melakukan sinergitas dengan seluruh OPD dan pemerintah kecamatan. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi kantor para OPD dan kantor kecamatan di 11 kecamatan se Kabupaten Jeneponto sekaligus memberikan evaluasi.
”Saya berharap agar dalam kepemimpinanya ini, kepala OPD agar dapat menghindari penyakit sosial, seperti OTT, korupsi, dan Narkoba,” tegas Iksan Iskandar.
Sementara itu, Wakil Bupati periode 2018-2023, Paris Yasir, mengatakan, pihaknya siap melaksanakan perintah bupati dalam mewujudkan Jeneponto 2x lebih Gammara. ”Tugas saya selaku wakil bupati adalah membantu bupati dalam melaksanakan pencapaian pembangunan. Juga, mengevaluasi kinerja seluruh aparat pemerintahan di Kabupaten Jeneponto,” jelas H Paris Yasir.
Sementara itu, Kadis Sosial Jeneponto, Rusli Ramli, mengatakan, jangan gegara terlambat rapat satu jam menjadi acuan penilaian. Tapi lihat kinerjanya selama tahun 2018. Dinas sosial merealisasikan target Monev mencapai 85 persen. Sedangkan OPD lain, baru mencapai 50 sampai 60 persen.
”Pimpinan tentu sudah paham, mana yang serius dan mana yang main-main,” kata Rusli Ramli. (krk/mir/c)
Jeneponto Harus Keluar dari Gelar DT
×

