MAKASSAR, BKM–Tidak maksimalnya penerapan loket sistem layanan “All in One” atau satu untuk semua oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar dihari pertama, mengakibatkan kekecewaan masyarakat yang hendak melakukan pengurusan dan perekaman data pada Senin (7/1).
Pasalnya, sistem yang digadang-gadang untuk mengurangi penumpukan di loket layanan Disdukcapil tersebut malah tidak sesuai rencana.
Kepala Disdukcapil Makassar, Aryati Puspa Abady mengatakan bahwa, tidak efektifnya prosedur ini salah satu dikarekan masyarakat yang sudah menunggu hingga dua hari lalu untuk mengurus. Selain itu Puspa sapaannya mengakui jika masyarakat dinilai tak disiplin.
“Ini hari pertama diberlakukan sistem ini, karena ini kan hari senin jadi menumpuk warga karena dua hari libur sebelumnya (Sabtu-Minggu). Sistem ini untuk mempermudah masyarakat, tapi setelah kita melihat apa yang terjadi di depan loket, ternyata masyarakat ini justru tidak disiplin, tidak antri sesuai dengan nomornya,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan, membludaknya warga yang datang mengurus data sehingga mengakibatkan pihak Disdukcapil kewalahan, alhasil antrian sempat tidak diberlakukan oleh pihak Disdukcapil sendiri.
“Kita tetap akan evaluasi, dimana kekurangannya dan apa yang mesti diperbaiki dan dibenahi. Sebenarnya kami buka pelayanan di 15 kecamatan tapi ternyata mereka berbondong-bondong kesini,” sambungnya.
Puspa menambahkan, volume massa yang datang juga tidak sesuai dengan jumlah loket yang ada meski seluruh pejabatnya sudah turun tangan dalam memberikan pelayanan.(nug/war/c)
Urus KTP-el, Warga Menumpuk di Loket Disdukcapil
×

