JENEPONTO BKM – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jeneponto, Marliana A Pertama melakukan pengangkatan sumpah panitia ajudikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pengangkatan sumpah berlangsung di kantor BPN Kabupaten Jeneponto.
Mereka yang diangkat sumpahnya, terdiri dari 48 orang di antaranya Ketua PTSL, Amir Matakko, Kepala Kelurahan Empoang, Hasdin Nasri, sebanyak 12 kepala lingkungan se-Kelurahan Empoang, ditambah 6 juru ukur serta para pendamping pada hari jumat (18/1)
Kepala BPN Jeneponto, Marliana mengatakan, ditetapkannya Kelurahan Empoang untuk menggelar kegiatan ini sebagai konsekuensi pertarungan jabatannya. ”Program PTSL ini ditetapkan di Kelurahan Empoang ini sebagai konsekuensi pertaruhkan jabatan saya. Karena banyak kelurahan yang mau bahkan saya diancam akan didemo dan dilaporkan ke presiden. Tapi saya tidak bergemingin bukan karena tetangga kantor. Tapi saya melihat keseriusan dan kesiapan Kelurahan Empoang menerima program ini. Sehingga pada hari ini saya sudah melantik dan mengambil sumpah pendamping PTSL,” jelas Marliana
Untuk itu, kata Marliana, pihaknya memberi semangat berkobar agar bekerja kompak, bersama, gratis tuntas sehingga program ini berjalan sukses.
Marliana mengingatkan, di Kelurahan Empoang terdapat 6.600 bidang tanah yang harus terkafer semua. Olehnya itu, pada Senin, 21 Januari 2019 akan dilakukan sosialisasi dengan pemilik tanah. ”Kami juga mengundang Forkopimda, di antaranya Kajari, Kapolres dan Dandim. Untuk itu, kesiapan pak lurah dan para kepala lingkungan membawa warganya menghadiri sosialisasi ini,” jelas Mariana.
Lurah Empoang, Hasdin Nasri, membenarkan apa yang disampaikan Kepala BPN Kabupaten Jeneponto. ”Benar bahwa ditetapkannya Kelurahan Empoang sebagai pusat program PTSL ini tidak mudah. Banyak kelurahan yang mau tapi kita tidak ambil pusing. Kami terus bekerja dengan dukungan para kepala lingkungan dan staf kelurahan. Sehingga pelantikan dan pengambilan sumpah berjalan tertib dan lancar.
”Kami sebagai lurah Empoang yang diberi amanah, meski kini saya dipromosikan naik jabatan, tapi saya minta ke pimpinan ditunda saja dulu. Karena saya mau PTSL ini berhasil agar nama baik akan terpatri di hati masyarakat Empoang,” jelas Hasdin Nasri. (krk/mir/c)
Empoang Pusat Percontohan PTSL Gratis Tuntas
×

