ENREKANG, BKM — Pemkab Enrekang mengalami defisit anggaran sekitar Rp 32 miliyar selama tahun 2018. Akibat defisit anggaran, kini Pemkab terlilit utang proyek kepada para kontraktor.
Sejumlah kontraktor yang bekerjasama dengan Pemkab resah karena hingga kini hak mereka belum dibayarkan selama tahun 2018.
“Kami sudah menghadap pak Wabup. Beliau janji awal Februari semua proyek akan dibayar,” ujar Novri di Enrekang, Senin (21/1).
Anggota DPRD Enrekang Djayadi Suleman berjanji akan memperjuangkan hal para kontraktor yang belum terbayarkan selama tahun 2018.
“Jika awal Februari proyek teman-teman kontraktor belum juga dibayarkan sesuai janji Wabup, saya akan temui eksekutif,”tegas Djayadi. (rls)

