MAKASSAR, BKM — Sejumlah titik di Makassar terendam banjir kemarin. Salah satunya kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar yang terletak di Jalan Letjen Hertasning. Air masuk ke sejumlah ruangan di kantor yang mengelola urusan pendidikan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengaku saat air masuk ke dalam ruangan, salah satu jalan keluar yang dilakukan yakni seluruh pegawai Kantor Dinas Pendidikan mengguras air.
“Memang kondisi kantor kita cukup memperihatinkan. Permukaan lantainya jauh lebih rendah dibandingkan dengan jalan yang ada di depan. Mau tak mau kondisi tersebut meskipun tidak ada masuk air dari luar, tapi ada resapan air dari bawah tidak berhenti muncul yang mengakibatkan genangan,” kata Rahman sambil geleng-geleng kepala.
Rahman mengaku, mereka tak bisa langsung mendorong atau membuang air tersebut karena permukaan lantai dalam kantor memang lebih rendah dari teras. Yang dilakukan hanya dengan menimba air yang tergenang di lantai kantor.
“Solusi jangka pendeknya, air yang tergenang harus ditimba, karena memang tidak bisa dialirkan keluar, dan jika dialirkan, mau dialirkan kemana dan memang lebih rendah dari selokan,” katanya lagi.
Menurut Rahman, kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar memang sudah sangat memperihatinkan. Ia mengaku kantor ini butuh pembenahan.
“Bayangkan kita layani ribuan guru, dengan kondisi ruang yang sempit, fasilitas yang terbatas. Belum lagi kondisi cuaca seperti ini dan tidak mungkin kita berhenti melayani,” ulasnya.
Namun Rahman mengaku rehabilitasi gedung Disdik Kota Makassar tahun ini tidak bisa dilakukan karena APBD sudah diketuk dan biaya rehabiltasi tidak tercantum dalam DPA yang sudah disusun.
“APBD sudah ketuk dan ini tidak mungkin kita akan ubah. Dalam DPA kita tidak ada perbaikan fisik sehingga apa boleh buat, inilah keadaan kantor kami, dan kita tanggap darurat terus seperti ini,” ungkapnya. (nug)
Kadis Geleng-geleng Kepala, Mengaku Tahun Ini Belum Bisa Rehab
×

