SIDRAP, BKM — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap tahap II dijadwalkan dikerja kuartal II tahun 2019.
Pengembangan proyek energy angin berkapasitas 60-75 MW dengan Sistem Baterai Penyimpanan senilai 90 juta dolar atau sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 triliun itu berlokasi di Kecamatan Watang Pulu. Proyek ini menggunakan turbin berkapasitas 75 MW.
Menara PLTB II lebih tinggi hingga 140 m dan baling-baling yang lebih panjang hingga 80m. Jumlah turbin untuk proyek ini adalah 21 – 24 turbin dengan kapasitas 3- 3,5 MW.
Senior Depelover UPC Bayu Energi Sidrap, Niko Priambada saat sosialisasi perkembangan proyek PLTB Sidrap, di Aula SKPD, Selasa, (22/1) mengatakan PLTB Sidrap I berkapasitas 75 MW merupakan PLTB pertama dan terbesar di Indonesia.
Jumlahnya 30 unit turbin Gamesa Eolica Corporation dengan penggunaan lahan sekitar 98 ha dengan rincian 50 ha tanah masyarakat dan 48 ha tanah kehutanan.
Sementara tahap II PLTB Sidrap menggunakan Gardu Induk, Jalur Transmisi, Gedung O&M dan Infrastruktur lainnya dan dilengkapi sistem penyimpanan baterai.
“Pembangunan mulai triwulan ke 2 2019 dan diperkirakan selesai tahun 2021,” jelasnya.
Wabup Sidrap, H Mahmud Yusuf mengatakan pengembangan proyek PLTB tahap II diharapkan dapat memberikan kontribusi ke pemerintah daerah terutama pembangunan wisata.
“Tentunya dengan hadirnya ini akan memberikan kontribusi kepada Pemda dalam peningkatan PAD,” tandasnya. (ady)
Proyek PLTB Sidrap II Rp1,3 T
×

