MAROS, BKM — Banjir yang melanda Kabupaten Maros dalam dua hari terakhir, berangsur surut. Meski telah surut, banjir meninggalkan pekerjaan tidak sedikit, yakni sampah. Tampak sampah berserakan di seputaran kota Maros. Sampah tersangkut di pagar-pagar kantor pemerintah hingga selokan.
Hasil pemantauan BKM di halaman kantor bupati Maros, Kamis (24/1), lumpur sisa banjir masih terlihat. Ratusan petugas kebersihan tampak membersihkan sampah-sampah yang tersangkut di taman halaman kantor.
Tak hanya di halaman kantor bupati Maros, Lapangan Pallantikang pun bernasib serupa. Lumpur sisa-sisa banjir masih terlihat. Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, sedikitnya 200 personel kebersihan diturunkan untuk membersihkan area perkantoran.
Rata-rata sampah yang terbawa arus merupakan material bangunan, seperti kayu, balok-balok, dan rak piring. ”Untuk sementara, 200 petugas kami turunkan hari ini karena banyak juga petugas kami yang terkena dampak banjir. Sehingga mereka belum bisa masuk hari ini (kemarin, red). Kalau melihat materialnya, lebih banyak kayu dan balok. Ada juga sayur dan pisang. Kemungkinan jualan pedagang ikut terbawa arus,” ujarnya.
Andi Davied menjelaskan, saat ini pihaknya fokus membersihkan area kota dan perkantoran mengingat aktivitas perkantoran harus segera berjalan. Apalagi, hampir seluruh perkantoran terkena dampak banjir. (ari/mir/c)
Banjir Surut Sisakan Sampah di Maros
×

