BANTAENG, BKM — Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, merupakan salah satu penyakit yang kerap menghantui masyarakat, termasuk di Bantaeng.
Pasalnya, jenis penyakit ini bisa merenggut jiwa penderita jika terlambat ditangani petugas medis.
Kadis Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ikhsan, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr Armasyah, Sabtu (26/1) mengatakan pihaknya gencar melakukan upaya pencegahan DBD. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Informasi yang dihimpun BKM per 1 – 26 Januari 2019 ada delapan pasien terduga DBD yang dirawat di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng. Hal ini dibernarkan Dirut Rumah Sakit, dr Sultan.
Armansyah mengatakan, pihaknya mempersiapkan langkah pencegahan sebelum terjadi. Karena, kata dia, kapan dan dimana munculnya DBD sudah terpetakan. “DBD muncul pada musim tertentu. Terutama musim penghujan. Jadi kita sudah lakukan persiapan pencegahan”, jelasnya.
Setidaknya, lanjut Armansyah, ada lima poin yaitu melakukan fogging, abatesasi dengan cara membagikan abate kepada masyarakat, penyuluhan melalui posyandu, sekolah, masjid dan sarana umum lainnya, melakukan penyelidikan epidemologi pada daerah kasus DPD sebelum fogging, berkoordinasi lintas sektor dalam bentuk gerakan 3M dan jumat bersih. (wam/C)

