TAKALAR, BKM — Puluhan warga dari Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang didominasi ibu rumah tangga (IRT), kembali menggelar aksi demonstran di depan kantor bupati Takalar. Mereka menuntut sejumlah tambang liar yang beroperasi di Kelurahan Manongkoki segera dihentikan.
Tuntutan warga tersebut cukup beralasan. Lantaran sejumlah infrastruktur jalan mengalami kerusakan parah. Bahkan, karena sulitnya tambang diredam oleh pemerintah mengakibatkan lokasi pekuburan dalam wilayah tersebut terancam ambruk.
”Kami minta pemerintah kabupaten segera menghentikan tambang yang ada di Kelurahan Manongkoki. Selain merusak jalanan, pekuburan yang tepat berada di sekitar tambang terancam amblas,” kata Daeng Te’ne, salah seorang IRT yang ikut menggelar aksi unjukrasa, Selasa (29/1).
Sulitnya aktivitas tambang diredam di Kelurahan Manongkoki diduga kuat karena aktivitas tambang dibekingi oknum anggota TNI Kodam Hasanuddin Makasar. ”Keberadaan tambang-tambang ini telah berkali-kali kami protes baik melalui persuratan ke pemerintah maupun aksi demo. Namun tambang yang diduga dibekingi oknum TNI itu tetap saja beroperasi menghiraukan protes warga,” ujar demonstran lainnya.
Setelah menggelar orasi selama beberapa saat lamanya di depan kantor bupati Takalar, para pendemo akhirnya diterima Wakil Bupati Takalar, H Achmad Daeng Se’ re. Usai demonstran diterima aspirasinya, wakil bupati Takalar langsung melakukan pemantauan di area tambang Kelurahan Manongkoki.
”Saya sudah laporkan oknum TNI yang diduga kuat bekingi tambang liar ke Kasdam. Semoga yang bersangkutan segera dipanggil atasannya untuk diberi pembinaan,” kata Wabup Takalar, H Achmad Se’ re, usai memantau lokasi tambang. (ira/mir/c)
Warga Kembali Demo Tambang Liar di Manongkoki Takalar
×

