MAKASSAR, BKM–Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengadakan Seminar Kebudayaan di Museum Kota Makassar pada Rabu (30/1). Hasil seminar tersebut, mengerucut pada waktu akan ditetapkannya Hari Kebudayaan Kota Makassar.
Hari dari seminar tersebut salah satunya menyimpulkan bahwa baiknya, Hari Kebudayaan dilaksanakan pada 1 April. Namun Kepala Dinas Kebudataan Kota Makassar, Sittiara Kinang mengatakan hal itu belum pasti. Mengingat penentuan hari perayaan harus diajukan terlebih dahulu ke Wali Kota Makassar.
“Ini kan kita baru diskusi, kapan bagusnya. Jangan sampai kita menentukan sendiri, makanya perlu masukan dari berbagai budayawan. Ini juga belum pasti, tapi kesimpulan tadi, kita coba akan berpatokan 1 April,” kata Sittiara.
Saat penentuan nanti, berdasarkan berbagai masukan dalam diskusi, Sittiara mengaku belum memutuskan apakah penentuannya nanti adalah hari kebudayaan, atau bulan kebudayaan. Jika bulan kebudayaan yang ditentukan, maka perayaannya akan dilaksanakan sebulan penuh.
Pemilihan 1 April dikarenakan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah karena dulunya, saat Makassar masih bernama Ujung Pandang, 1 April dirayakan sebagai hari jadi Makassar. Olehnya untuk membudayakan hal tersebut, 1 April menjadi kesimpulan yang pas untuk melaksanakan hari Kebudayaan.
Saat hari kebudayaan ini, Sittiara berharap, nantinya melakukan kegiatan yang sifatnya berhubungan dengan budaya. Seperti menganjurkan seluruh karyawan perusahaan seperti mal maupun perhotelan untuk memakai baju adat. Serta menghiasi tempatnya dengan pernak-pernik budaya.
Selain itu, saat hari kebudayaan nanti, dirinya akan mengusulkan kepada para pegawai Pemkot Makassar mengenakan baju adat seperti baju bodo.
“Saat Hari Kebudayaan nanti, bisa juga kita melaksanakan berbagai kegiatan budaya, seperti festival budaya dan berbagai permainan tradisional. Bisa saja bukan hanya budaya di Sulsel, mungkin juga budaya di Jawa dan lainnya, atau budaya di Nusantara,” jelas Sittiara.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, yang paling penting mengenai kebudayaan adalah bagaimana bisa mentransformasikan kepada anak-anak generasi milenial hari ini untuk tahu Makassar dari segi budaya.
“Hal inilah yang harus diramu di Dinas Kebudayaan, kemudain diberikan modul-modul yang baik kepada pendidikan, kemudian kita mulai menanam kepada anak-anak kita tentang budaya-budaya unggul kita,” kata Danny sapaannya.
Mengenai kesimpulan diskusi mengenai Hari Kebudayaan, baginya hal tersebut akan memberikan sebuah titik luncur untuk mengeksplore sekaligus menanam budaya unggul Makassar. Sementara untuk penentuannya sendiri, Danny pun akan menunggu proses selanjutnya.
“Hal ini sekaligus membuat budaya baru sebagai bagian dari budaya lama, dan kita akan bisa mendapatkan posisi yang kuat di global, bukan lagi nasional,” tegas Danny.(nug/war/c)
Hari kebudayaan Diusul 1 April
×

