PANGKEP, BKM — RSUD Pangkep mengawali 2019 dengan merawat puluhan pasien positif terjangkit virus DBD. Terhitung sejak awal tahun hingga periode 30 Januari 2019, sebanyak 78 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjalani perawatan di rumah sakit ini.
Bahkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, ada satu anak di Kelurahan Bonto-bonto Kecamatan Ma’rang meninggal dunia akibat DBD. Pasien DBD yang telah ditangani RSUD Pangkep terbanyak dari kalangan anak-anak sebanyak 58 orang dan dewasa sejumlah 20 orang.
Bahkan, menurut Direktur RSUD Pangkep, Annas Ahmad, pihaknya hingga Rabu (30/1) masih merawat 8 pasien positif DBD. Annas tidak menampik jika selama periode Januari 2019 telah menangani 78 Pasien DBD. Sudah sebanyak itu yang dirawat di RSUD dan terbanyak dari pasien anak-anak. Tetapi ada juga di antaranya berumur dewasa.
”Bahkan sekarang, kita masih merawat 8 orang pasien DBD. Memang situasi cuaca ekstrim, seperti banyak genangan air dan masyarakat kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, merupakan potensi yang bisa menjadi pemicu munculnya banyak jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah,” ucap dokter ahli bedah ini.
Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pangkep, Nurliah Sanusi, mengakui, adanya seorang anak dari Kelurahan Bonto-bonto Kecamatan Ma’rang yang meninggal dunia akibat DBD.
”Selama Januari sudah ada korban meninggal dunia satu orang akibat virus demam berdarah dan beberapa orang yang pernah dirawat di RSUD dan Puskesmas,” ujar Nurliah
Meski begitu, pihak dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya. Sejak masuk musim penghujan aktif melakukan sosialisasi gerakan perilaku hidup bersih dan sehat serta aktif melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kemudian memberikan abatesasi ke masyarakat. dan melaksanakan fogging massal pada periode 18 Desember 2018. ”Kegiatan pencegahan kami diperkuat dengan keluarnya surat edaran bupati Pangkep dalam upaya pencegahan DBD,” ujar Nurliah. (udi/mir/c)
Satu Orang Meninggal Dunia
×

