BERPORFESI sebagai guru tidak cukup menjadi jaminan bagi seseorang untuk terus menekuninya. Bahkan kadangkala orang lebih berani meninggalkan profesi guru semata-mata untuk mengejar cita-cita lainnya. Seperti halnya Merdiah.
Laporan: ARIF AL QADRY
Merdiah meninggalkan profesi sebagai guru di Taman Kanak-kanak (TK), dan beralih dengan membuka usaha kuliner.
Sikap perempuan kelahiran Ujung Pandang, 23 Mei 1994 cukup berani dalam mengambil risiko dengan mempertaruhkan profesi sebagai guru. Tidak ada sama sekali rasa takut ataupun penyesalan. Yang terpenting bagaimana ide serta cita-cita yang selama ini belum terwujud dapat terlaksana sebaik mungkin.
Sejak kecil, perempuan lulusan sarjana pendidikan di Unismuh Makassar telah memiliki keinginan kuat memiliki bisnis sendiri. Khususnya usaha bidang kuliner atau makanan. Bagi Diah sapaan karibnya, apapun akan selalu diusahakan dan dilakukan agar dapat mewujudkan mimpi dan keinginannya ini.
Masuk di perguruan tinggi dengan lulus sebagai seorang sarjana pendidikan bukan menjadi dinding untuk tak lagi mewujudkan keinginannya membuka dan merintis usaha yang dimilikinya. Sejak masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP). Justru disinilah awal perjuangannya untuk mengubah nasib hidupnya. Tidak mesti kuliah lalu lulus dengan sukses menjadi guru.
“Menjadi guru bukan hanya ketika berada di sekolah saja, ilmu yang dimiliki bisa dibagi dimana saja dan kepada siapa saja. Itulah mengapa saya hengkang menjadi guru dan beralih membuka bisnis usaha kuliner, karena saya ingin mewujudkan cita-cita dan berbagi ilmu lebih luas lagi,” katanya.
Bisnis usaha kuliner yang dirintis Diah dimulai awal 2018. Usahanya ia namakan Pizzana D’poer Diyah. Sudah berjalan lebih satu tahun, produk makanannya dipasarkan secara online di media sosial (medsos) seperti facebook, instagram dan whats app. Nama Pizzana D’poer Diyah cukup dikenal orang-orang. Inilah menjadi semangatnya untuk terus eksis.
“Harga pizza saya jualkan ada seharga Rp35 ribu-Rp65 ribu untuk pizza ukuran besar, Rp35 ribu-Rp45 ribu ukuran kecil dan Rp45 ribu-Rp55 ribu ukuran sedang. Yang membedakan cuma ukuran saja, topping dalamnya sama,” tutupnya. (arf)

