MAKASSAR, BKM–Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar kembali akan membangun 100 Badan Usaha Lorong (Bulo) baru tahun ini. Produk dari Bulo ini diharapkan bukan hanya sebagai komsumsi pribadi masyarakat, namun juga diharapkan bisa bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Sri Sulsilawati mengatakan, Khusus tahun 2019, dirinya ingin produk Bulo seperti tanaman cabe, tidak lagi sekadar digunakan untuk konsumsi pribadi.
“Sekarang kita berorientasi pada pendapatan, bagaimana bulo ini bisa menambah pendapatan ekonomi keluarga, juga sebagai solusi menangani peningkatan inflasi di Makassar,” kata Sri.
Meski begitu, secara kelembagaan, Sri mengaku perlu dukungan beberapa SKPD untuk membina para petani bulo agar terus berkelanjutan.
“Kita kan sifatnya hanya perintis, kita hanya bisa suplay bibit dan pupuk hanya sekali saja, ke depan kita berharap Dinas Koperasi bisa membantu para petani lorong kita dengan modal usaha, Dinas Perdagangan pun begitu supaya, program ini terus berkelanjutan,” ucap Sri.
Program Bulo ini dirintis oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto sejak 2016 lalu. Sri mengatakan, sejak program Bulo dicanangkan, pihaknya telah membina sekira 700 lorong bulo.
Melalui program Bulo ini, Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar berhasil mengendalikan harga cabe yang semula Rp120 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram pada tahun 2016 lalu.
“Alhamdulillah, jumlah masyarakat yang menanam cabe dan beberapa jenis sayuran di lorong-lorong itu terus meningkat. Artinya masyarakat kita semakin sadar pentingnya upaya ketahanan pangan dimulai dari keluarga,” ungkap Sri.
Sri mengungkapkan, permintaan warga yang bermukim di perumahan-perumahan akan bibit cabe, bayam dan kangkung akhir-akhir ini mengalami peningkatan.
Dengan begitu, ia menargetkan, penanaman cabe dan sayuran di lorong-lorong tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, melainkan bisa menjadi produk yang dapat dipasarkan baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
“Jadi kita ingin nantinya bagaimana tanaman cabe yang dihasilkan itu bisa menjadi nilai ekonomi, bisa menambah pendapatan ibu-ibu di lorong,” ucap Sri.(nug/war/c)
DKP Akan Bangun 100 BuLo
×

