BISNIS cemilan atau makanan ringan kian hari menjamur di Kota Makassar. Bahkan banyaknya pesaing tidak melunturkan orang untuk membuka usaha yang sama. Seperti yang dilakoni Eni Susana yang membuka bisnis kerupuk Snackgallery MCd.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Wanita kelahiran Bone, 22 Mei 1986 ini mengaku selama menjalankan bisnisnya tentu mengalami suka duka, namun pada prinsipnya dirinya mengaku hidup adalah ibadah. Kata-kata ini sering keluar dari mulut orang yang sudah sukses dan tinggal mengenyam hasil jerih payahnya selama ini.
“Awalnya saya menjual kerupuk yang eceran saja, itupun jumlahnya sedikit saja cuman 250 pack di beberapa tempat, kayak di sekolah, warung sama kampus-kampus. Nah seiring berjalan waktu banyak permintaan untuk ukuran yang lebih besar, itu tahun 2014. Tapi karena memang kita keterbatasan modal jadi harus menabung selama tiga tahun baru bisa memulai dengan ukuran besar,” ungkapnya, kepada penulis, kemarin.
Sehingga lanjut istri dari Rony Adriansyah ini, mendapatkan modal dari UKM tempatnya bergabung bersama suaminya. Disitu awal mula, usaha kerupuknya bisa berkembang hingga sekarang. Namun itu menurutnya selain kerja keras yang gigih, tapi terselip doa agar usaha bisa berkembang terus.
“Asal kita punya keyakinan bahwa dengan usaha yang kita jalan dengan doa, niscaya usaha apa pun akan menuai hasil memuaskan. Karena untuk jalankan usaha ini, jujur saya harus jual barang-barang saya perhiasan semuanya, karena tidak ada usaha yang sukses tanpa pengorbanan terlebih dahulu, beda dengan orang yang memang sudah punya modal sejak awal,” bebernya.
Kini usaha kerupuknya telah masuk dalam pusat oleh-oleh Makassar dan berbagai toko swalayan yang didimana kerupuknya dibandrol dengan harga Rp 12.000 dalam ukuran yang berbeda-beda. Dalam sehari saja, kerupuk yang harus ia stok setiap hari sebanyak 2.000 pcs.
Kesuksesannya ini patut diacungkan, namun Eni mengaku meski sudah sukses, ia enggan disebut pengusaha sukses, sebab kata-kata itu belum menggambarkan dirinya. “Belumlah mba, didoakan saja karena saya belum layak disebut pengusaha sukses, masih banyak belajar dan belajar lagi ini,” katanya.
Sementara itu, usaha kerupuknya Eni memakai merek usaha Snackgallery MCd, dengan membuat aneka rasa kerupuk, seperti rasa udang, ikan, bawang, jengkol, cumi-cumi, dan rasa pedas, manis dan asin. Dirinya juga kini, menjajaki dunia kerupuk usahanya secara online.
“Sekarang itu lagi mau rambah pulau-pulau luar sulawesi selatan, makanya pemasarannya jual lewat online. Sekalian ini juga lagi ada event pengusaha makassar, mau kenalin lebih besar lagi usaha saya,” ujarnya. (*)

