pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Warga Pulau Terluar Terapkan Bercocok Tanam

PANGKEP, BKM — Bertani dengan bercocok tanam bukan hanya dilakukan warga yang berada di wilayah daratan. Tetapi warga pulau terluar di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep, juga menerapkan pola yang sama, meski letaknya di wilayah kepulauan. Ternyata, bertani di pulau terluar hingga di wilayah perbatasan perairan Lombok NTB juga sangat cocok.
Seperti dilakukan warga di dua Pulau Satanger dan Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, kini tengah menggalakkan bercocok tanam jagung dan kacang hijau Camat Liukang Tangaya, Sulaeman, mengakui hal ini saat sedang berada di Pangkajene, Kamis (28/2). Camat pulau terluar dari wilayah Pangkep tersebut menjelaskan, sekarang ini warga di dua pulau itu diperkirakan panen jagung pada akhir Februari ini.
Begitu pula dengan tanaman kacang hijau akan dipanen pada Maret ini. Tanaman jagung sedang dikembangkan warga di Pulau Sailus dan Satanger sejak beberapa tahun terakhir. Hanya saja, ini dilakukan dengan pola sederhana dan dilakukan di ladang disela-sela tanaman kelapa. Luas lahan yang ditanami di kedua pulau tersebut sekitar 10 hektare dengan varietas tanaman jagung. ”Selain jagung dan kacang hijau, kami juga bisa kembangkan lagi palawija,” kata Sulaeman.
Potensi pertanian di wilayah kepulauan memang cukup menjanjikan. Terutama di pulau yang mempunyai sumber air tawar baik. Hal ini sangat baik, agar warga pulau mempunyai cadangan makanan dimusim barat atau disaat gelombang dan cuaca cukup ekstrim.
Salah seorang warga Pulau Sailus, Nurdin, mengatakan, di pulaunya selain tumbuh tanaman palawija juga berbagai tanaman buah-buahan. Hanya saja, tanaman ini belum dimaksimalkan karena lahan yang terbatas.
”Di Liukang Tangaya ini memiliki Pulau Sailus dan Pulau Satanger, sebagai pulau terluar Pangkep yang sudah berbatasan dengan perairan NTB dan Bali. Untuk mencapai pulau tersebut, dari Pangkep ditempuh jarak 48 jam lebih. Itu pun jika cuaca normal,” ucap Nurdin.
Sedangkan dari Lombok NTB ke pulau tersebut, hanya membutuhkan waktu 6 sampai 8 jam. Umumnya, aktivitas mata pencaharian warga pada kedua pulau tersebut adalah nelayan dengan beragam kegiatan seperti memancing, bagang, dan rumput laut.
Selain di Liukang Tangaya, aktivitas bertani juga sedang dikembangkan para nelayan di wilayah kepulauan di Kecamatan Kalmas. Warga Kalmas saat ini banyak yang mengembangkan tanaman padi. (udi/mir/c)



×


Warga Pulau Terluar Terapkan Bercocok Tanam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar