MAROS, BKM — Setelah viral di media sosial beberapa hari terakhir, PMI Maros akhirnya membawa bantuan ke pasangan suami istri lansia yang tinggal di gubuk reot selama belasan tahun di Dusun Bombongi, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu (2/3).
Bantuan yang dibawa berupa Sembako, selimut dan kebutuhan lainnya. Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Wakil Ketua Bidang Kesiapsiagaan Bencana PMI Maros, Suryadi Ningrat. Tak hanya itu, Suryadi menyampaikan, ia bersama PMI serta elemen masyarakat yang lain akan memperbaiki rumah pasutri Dg Sangkala dan Dg Mase dalam waktu dekat.
”Insya Allah dalam waktu dekat kita akan perbaiki rumah ini. Kita sudah melakukan hal serupa di Dusun Baddo Ujung, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu sekitar bulan September 2018 lalu. Selain itu, baru-baru ini kita juga telah melakukan bedah rumah di Dusun Tanadidi, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili pertengahan bulan Februari 2019 lalu. Jadi kita sudah punya pengalaman. Mohon doa teman-teman semua agar cepat terealisasi,” kata Suryadi, kemarin.
Penyaluran bantuan tersebut didampingi langsung Kepala Dusun Bombongi, Dg Beddu atas perintah Wahyu Febri. Beddu merasa senang karena Dg Sangkala dan Dg Mase yang selama ini makan dari uluran tangan tetangganya, akhirnya dapat bantuan dari PMI.
”Saya sangat senang sekaligus terharu. Akhirnya ada organisasi yang memperhatikan warga kami,” katanya.
Selama beberapa tahun belakangan, kata Beddu, keluarga ini makan dari uluran tangan tetangganya. Bahkan, terkadang Pakde (Kepala Desa Tenrigangkae) merogoh kantong pribadinya untuk membantu,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tenrigangkae Wahyu Febri, menyambut antusias langkah PMI Maros ini. ”Kami menyambut baik bantuan dari kawan-kawan PMI Maros. Semoga dapat meringankan beban warga kami. Apalagi saya dengar mau dibedah rumahnya. Ini lebih bagus lagi,” imbuhnya.
Wahyu menambahkan, Pemerintah Desa Tenrigangkae mendukung penuh langkah PMI Maros untuk membedah rumah warganya. ”Kami atas nama Pemerintah Desa Tenrigangkae mendukung penuh langkah PMI Maros. Sebenarnya, kami telah menyediakan pos anggaran khusus untuk membantu warga kami. Tapi jumlahnya tidak banyak karena keterbatasan anggaran desa. Oleh karena itu, kami butuh bantuan dari pihak lain,” pungkasnya. (ari/mir/c)
Pasangan Lansia Hidup dari Uluran Tangan Tetangga
×

