MAKASSAR, BKM–Menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, yang tinggal 65 hari lagi, beberapa rencana proyek pemerintah kota mulai ditagih. Salah satunya adalah proyek Kawasan Kuliner Jalan Nusantara dan gerbang batas kota.
Bahkan Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) menagih janji wali kota untuk mewujudkan rencana tersebut agar pelaku usaha di Jalan Nusantara bisa segera melakukan pembenahan.
Apalagi, wacana untuk mengubah citra Jalan Nusantara yang dikenal sebagai tempat prostitusi menjadi kawasan kuliner akan terealisasi mulai Juni mendatang sesuai pernyataan wali kota.
Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), Zulkarnain Ali Naru bahkan memastikan, seluruh pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Jalan Nusantara telah menyetujui dan mendukung penuh kebijakan Pemkot Makassar mengubah kawasan Nusantara menjadi kawasan kuliner.
Hanya saja, para pengusaha THM, jelas Zul sapaan akrab Zulkarnain, ada masih ingin melihat keseriusan wali kota dalam mewujudkan program yang hampir enam tahun ini.
“AUHM dengan para pengusaha THM sudah siap 100 persen mendukung dan menjadikan kawasan Nusantara menjadi kawasan kuliner. Tetapi kami masih menunggu keseriusan pemkot dan Pak Wali,” ujar Zul, Selasa (5/3).
Zulkarnaen menambahkan, sampai sekarang Pemerintah Kota Makassar belum memperlihatkan tanda-tanda difungsikannya kawasan kuliner Jalan Nusantara. Padahal izin-izin usaha hiburan malam telah banyak dialihkan menjadi izin cafe dan resto.
“Coba tanya pak wali kota, kenapa sampai sekarang ini kawasan kuliner belum dioperasikan karena izin-izin di sini sudah banyak dialihkan. Memang tidak ada nampak adanya progres baik seperti melanjutkan pembangunan di daerah kawasan kuliner ini,” katanya.
Lebih jauh ujar Zul, peralihan kawasan kuliner di Jalan Nusantara telah mendapat dukungan dari pengusaha-pengusaha hiburan malam. Dimana sudah banyak para pelaku usaha seperti panti pijat dan kios-kios karaoke telah mengubah bentuk usaha untuk siap menjadi tempat cafe dan resto.
Menyikapi pertanyaan dari AUHM, Sekretaris Daerah Kota Makassar yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muhammad Ansar mengatakan, program tetap berjalan, meski pak wali tidak menjabat lagi. “Tetap berjalan semua walaupun pak wali ndak menjabat lagi,” kata Ansar.
Ansar mengatakan, khusus untuk kawasan kuliner nusantara, sebenarnya tempat tersebut telah ada. Tinggal bagaimana masyarakat disana memanfaatkannya.
Ansar mengakui, pemerintah sebenarnya hanya menyiapkan pelataran bagi warga yang ingin berjualan disana, termasuk trotoar yang bisa sekaligus dijadikan tempat berjualan.
“Pemerintah kota menyiapkan pelatarannya. Yang digunakan disitu fasilitas trotoarnya. Memang dibuat disitu agak lebar, supaya bisa digunakan untuk berjualan,” kata Ansar.
Ansar menambahkan, pihaknya memberi kesempatan kepada rumah maupun toko di sekitar trotoar untuk beraktivitas di sana. Dan saat ini pun dikatakan Ansar sudah bisa digunakan.
Hanya saja, di tempat itu memang nantinya akan lebih diatur supaya tidak terlihat kumuh. Seperti pembangunan atapnya, itu adalah bagian dari kelengkapan kawasan kuliner yang akan dibenahi selanjutnya.
“Sudah bisa mi digunakan. Tapi harus lebih diatur supaya tidak kumuh kelihatan. Kelengkapannya itu nanti selanjutnya, tapi tanpa itu juga sudah bisa digunakan,” jelas Ansar.
Sementara untuk gerbang batas kota, Ansar mengatakan hingga saat ini masih dalam rencana. Untuk 2019 ini bahkan belum akan dilaksanakan karena anggaran untuk pembangunan gerbang tersebut belum ada.(nug-arf)

