pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bukan Andalkan Tempat Tapi Cita Rasa

SEBUAH warung bakso di sudut Jalan Mahajirin II tiap harinya terlihat amat ramai. Padahal kalau dilihat lokasinya, bukan berada di sebuah tempat yang cukup strategis.

Laporan: NUGROHO

Saat penulis menelisuri jalan tersebut yang lebarnya hanya sekitar empat meter saja, terlihat seperti lorong namun beraspal.
Kurang lebih 300 meter jika masuk dari Jalan Dg Tata, ada sebuah warung bakso yang jika waktu makan siang tiba, cukup dipenuhi oleh pelanggan. Tidak cukup strategis tempatnya, tapi rasa baksonya sungguh nikmat.
Tempatnya juga sederhana. Bangunan setengah beton dan setengah kayu ditempati para pelanggannya untuk makan. Di depannya terdapat gerobak bakso yang digunakan untuk meracik seporsi bakso.
Saat penulis mencoba mewawancarai pemiliknya yang bernama Wendi, dirinya mengaku bahwa saat ini memang tempat jualannya cukup dikenal masyarakat, khususnya di wilayah sekitar. Padahal dulunya ia mengatakan, saat mendirikan usaha ini, tak pernah punya gambaran akan selaku ini.
Wendi adalah anak rantau dari Kabupaten Wonogiri di tanah Jawa sana. Hanya lulusan SMP, dirinya nekat berlayar ke Makassar demi memperbaiki nasib.
Sepupunya yang bernama Ferry lebih dulu ada di Makassar. Berjualan somay keliling, menawarkan somaynya di wilayah Parangtambung. Sepupunya ini pulalah yang mengajak Wandi untuk mencoba membuat usaha yang lebih matang di Makassar, yaitu membuka warung bakso.
Mulailah pada 2015, warung bakso ini buka dengan diberi nama Warung Bakso Mas Ferry.
“Tadinya sasarannya orang-orang dekat sini saja yang beli. Tapi lama-lama banyak yang datang. Mungkin ada orang ndak sengaja lewat sini, dilihatnya ramai, singgah dan suka,” kata Wendi.
Warung bakso ini memang tidak mengandalkan lokasinya sebagai tempat menarik pelanggan. Namun yang sangat diandalkan dari Wendi adalah cita rasa bakso yang disuguhkan.
Saat BKM mencoba mencicipinya, rasanya memang nikmat. Kuahnya begitu kental dengan rasa rempah-rempah yang khas. Baksonya juga terasa padat, gurih, dan sangat berasa di lidah.
“Racikan dan bumbunya yang membedakan memang. Kita punya resep khusus lah,” ucap Wendi.
Cita rasa baksonya juga tidak diragukan lagi. Bahkan bakso yang dibuat Wendi bersama sepupunya juga menjadi acuan buat penjual bakso lain. Beberapa penjual bakso di Makassar maupun di bwberapa daerah, bahkan telah berlangganan memesan baksonya di sini.
“Ada yang pesan bakso dari penjual bakso di sini, di Makassar. Beberapa juga dari daerah yang pesan. Ada dari Jeneponto, ada dari Soppeng. Ya Alhamdulillah lah,” sebut Wendi sembari membungkus beberapa kecap dan saos.(b)



×


Bukan Andalkan Tempat Tapi Cita Rasa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar