pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dorong Petani Belajar di Negara Lain

MAKASSAR, BKM — Keinginan pemerintah pusat agar Pemerintah Daerah Gorontalo fokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan sektor kehutanan, sangat diapreasiasi pengusaha nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel. Apalagi, pengembangan ketiga sektor tersebut juga dipandang penting guna menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.
Karenanya, politisi Partai Nasdem tersebut berkeinginan agar para petani khususnya di Gorontalo bisa terus berkembang. Salah satu caranya, petani bisa belajar ke Jepang.
”Petani kita dorong. Kita akan mencari bagaimana para petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang. Ini salah satunya untuk memanfaatkan hubungan Indonesia-Jepang,” kata Rachmat Gobel dalam rilisnya yang disampaikan ke Redaksi Berita Kota Makassar, kemarin.
Gobel pun mengungkapkan keheranannya dengan posisi Gorontalo yang sekarang berada diperingkat 5 wilayah miskin di Indonesia. Padahal, katanya, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagus. Seperti dana desa dan program untuk petani.
”Ini yang ingin kita benahi. Kita punya keinginan membangun Gorontalo. Karena selama 17 tahun miskin terus. Jadi kita benahi agar petani dapat income lebih baik,” kata Caleg DPR RI NasDem (Dapil) Gorontalo meliputi Bone Bolango, Kota Gorontalo, Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pahuwato itu.
Selain faktor ekonomi, Gobel juga ingin memperbaiki sistem pendidikan. Menurutnya, guru-guru di Gorontalo harus diperhaikan dan ditingkatkan kemampuannya. ”Guru seperti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM kita. Jadi bukan hanya murid. Tentu ada sertifikasi dan pelatihan serta membangun wawasan lebih luas lagi,” tutur mantan menteri perdagangan ini.
Dalam kaitan ini, Gobel juga akan melibatkan perguruan tinggi setempat untuk sama-sama membuat perencanaan apa yang bisa dilakukan untuk lima tahun mendatang. Perencanaan itu juga melihat faktor-faktor yang masih menjadi kelemahan serta kekurangan di Gorontalo.
Masyarakat diharapkan memiliki gagasan dan inisiatif untuk membangun wilayahnya masing-masing, sesuai potensi lokal yang ada. Untuk itu, belajar dari luar negeri juga merupakan suatu nilai tambah untuk memajukan daerah.
Seperti apa yang dilakukan kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Yakni memberangkatkan sejumlah kepala desa, pendamping desa, dan penggiat desa untuk melakukan studi banding di luar negeri. Selain studi banding, mereka juga diminta membaca peluang kerjasama bisnis dengan kepala desa di luar negeri. Tentunya diharapkan, mereka yang diberangkatkan ke luar negeri dapat mengambil pelajaran tentang keberhasilan di sana. (rls)



×


Dorong Petani Belajar di Negara Lain

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar