pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Usai Operasi, Anak yang Ditikam Pamannya Masih Kritis

MAKASSAR, BKM — Rian, anak yang menjadi korban penikaman oleh pamannya Jumallang, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo. Ia harus menjalani operasi akibat luka tikaman di bagian dada.
Rabu (27/3), Rian dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia masih terbaring lemah dan kondisinya kritis. Di lengannya masih terpasang jarum infus. Oksigen untuk bantuan pernafasan juga masih diberikan.
Pada Selasa (26/3), Rian menjadi korban penyerangan Jumallang di Timbuseng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sementara ibunya, Mariana mengembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggal di lokasi kejadian usai ditikam oleh Jumallang.
Nur Hasan, Kasub Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo mengatakan, kondisi Rian berangsur-angsur membaik. Sebelumnya ia menjalani operasi selama 1,5 jam.
“Kondisinya sudah sadar dan bisa bicara pelan. Tapi belum bisa terlalu diajak komunikasi,” ujar Nur Hasan, Rabu (27/3).
Selain itu, Rian juga belum bisa makan. ”Pasien hanya bisa diberi makanan melalui cairan infus. Ia masih dalam pengaruh obat bius sisa operasi kemarin,” tandasnya.
Saat ini, lanjut Nur Hasan, pasien masih terus dipantau perkembangannya pascaoperasi. Operasi yang berlangsung Selasa sore, dilakukan pada bagian luka tusuk. Sehingga diperlukan perawatan dan penanganan serius.
“Kemungkinan dua atau tiga jam ke depan, pasien sudah bisa makan. Efek obat biusnya juga sudah hilang,” terangnya, kemarin.
Terpisah, pihak kepolisian telah mengevakuasi keluarga tersangka pasca kejadian di Jalan Andi Paturungi Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, membenarkan bila keluarga tersangka telah dievakuasi. “Kita evakuasi keluarga tersangka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Indratmoko menceritkan, korban Mariana Daeng Taco (45) meregang nyawa setelah ditikam oleh sepupunya sendiri, Jumallang (30). Tidak lama kemudian, keluarga korban membakar rumah pelaku yang sesaat setelah kejadian berhasil ditangkap dan kini dilakukan penahanan.
“Waktu aksi massa berlangsung, pelaku ada di rumahnya. Saat rumah dibakar, dia kemudian melarikan diri lewat belakang dan bersembunyi,” terang Indratmoko lagi. (mat/rus)



×


Usai Operasi, Anak yang Ditikam Pamannya Masih Kritis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar