PAREPARE, BKM — Anggaran untuk membayar bonus atlet peraih medali di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Pinrang 2018 lalu belum dicairkan. Sejumlah atlet pun mulai menagih janji Pemkot atas bonus yang pernah dijanjikan sebelumnya.
Di Porda Pinrang 2018 lalu, Parepare turun di 18 cabang olahraga dengan raihan 52 medali — 23 medali emas, 11 perak dan 18 medali perunggu dan finis di peringkat V.
Oleh Pemkot Parepare, peraoh medali emas dikucur bonus Rp 15 juta dan Rp 2 juta bagi peraih medali perak dan perunggu.
Pelatih cabor Bilyar Norman mengaku janji Pemkot untuk membayar bonus akan dilakukan Februari lalu. “Kita dijanji akan dibayarkan bonus Februari usai HUT Kota Parepare 17 Februari lalu tapi hingga saat ini belum direalisasikan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pertemuan beberapa waktu lalu bersama sejumlah Cabor di Kantor Dinas RAB Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata akan cair minggu pertama April.
Ditambahkan Norman apabila tidak cair pada awal April sesuai kesepakatan hasil pertemuan antarapelatih dengan Dinas DKOP, atlet akan menggelar aksi unjuk rasa.
Ketua KONI Kota Parepare Parman Farid mengatakan dana pembinaan ada di Dinas DKOP bukan di KONI. Tugas KONI selesai setelah menyerahkan seluruh medali yang diraih selama Porda.
”Sekarang tugas Dinas DKOP membayar bonus bagi para atlet peraih medali,” jelasnya. Kadis Kop Syukur Razak mengatakan usulan KONI sudah dianggarkan di APBD da disetujui DPRD. Hanya saja pihaknya sangat berhati-hati terkait penggunaan dana tersebut.
”Selaku pengguna anggaran pihaknya sangat berhati-hati dengan Dasar dapat dana pembinaan sudah ada kami terkait anggaran tersebut,” tandas Razak.
Selaku pengguna anggaran pihaknya akan melakukan perbandingan dengan daerah lain. Pangkep misalnya peraih medali emas Rp 20 juta, Makassar Rp 25 juta.
”Kita dibawah Makassar bagi peraih emas Rp 15 juta sudah pertemuan KONI. Awalnya kami Kadis DKOP tidak mengetahui jalur dan aturan dari jumlah anggaran sebesar Rp 688 juta,” jelasnya. (mup/E).
Anggaran Bonus Atlet Belum Cair
×

