MAKASSAR, BKM — Gubernur Provinsi Sulsel, HM Nurdin Abdullah memastikan bahwa pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer tahun 2020 tidak ada lagi sekolah yang meminjam komputer atau laptop.
Gubernur sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulsel untuk mendata kebutuhan komputer atau laptop untuk fasilitas UNBK.
“Insya Allah tahun 2020 tidak ada lagi sekolah yang pinjam laptop kepada orangtua siswa untuk digunakan saat ujian nasional berbasis komputer,” tegasnya, Kamis (4/4).
Menurut Prof Nurdin Abdullah, semestinya pemerintah menyiapkan infrastruktur seperti perlatan komputer untuk melengkapi kebijakan.
“Dibuatkan aturan ujian pakai komputer tetapi belum disiapkan infrastrukturnya. Kita malu komputer saja dipinjam. Tahun depan tidak boleh ada pinjaman lagi,” jelasnya.
Ketika meninjau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMAN 2 Makassar awal pekan ini, gubernur banyak berkomunikasi dengan kepala sekolah. Di situlah awal diketahuinya bahwa untuk melancarkan UNBK sekolah meminjam sebagian laptop dari orangtua siswa.
Pada saat itu juga gubernur menginstruksikan kepada kepala dinas Diknas untuk mendata kebutuhan komputer untuk kebutuhan UNBK se Sulsel.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Sulawesi mencatat sebanyak 468 siswa tidak mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) hingga hari ketiga
Kordinator Bidang IT dan Publikasi UNBK Sulsel, Muh Ibrahim Halim usai mengantongi data dari 24 kabupaten di Sulsel pasca dua hari ujian berlangsung menyatakan, pihaknya belum mengetahui pasti apa sebab ratusan siswa tersebut tidak menghadiri UNBK, sebagai salah satu syarat kelulusan ke jenjang selanjutnya.
“Belum ada keterangan dari pihak sekolah. Belajar dari tahun sebelumnya, banyak yang tidak menginformasikan kalau dirinya sudah menikah jadi tidak lagi mau lanjutkan pendidikannya. Ada juga yang sedang hamil dan malu ikut ujian,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang ada, hanya ada tiga orang menyampaikan informasi karena sakit, masing-masing satu orang dari SMAN 16, SMA Athirah Baruga dan SMAN 10 Wajo.
Sementara terkait data jumlah peserta didik terbanyak absen untuk kabupaten, Ibrahim belum bisa memberikan jawaban sebab belum selesainya rekapan dari setiap kabupaten.
“Belum selesai rekapan dari daerah-daerah jadi panitia provinsi belum mendapat data komprehensif. Biasanya setelah ujian baru bisa diketahui,” katanya.
Sebelumnya, para peserta didik telah mengikuti ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia di hari pertama, matematika di hari kedua dan saat ini tengah berlangsung ujian Bahasa Inggris.
Dinas Pendidikan Sulsel merilis total peserta UNBK 2019 yang tengah berlangsung saat ini sebanyak 93.561 siswa, terdiri dari 581 Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jumlah 76.230 siswa, sedangkan ujian pada Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 17.331 siswa dari 391 sekolah. (rhm)
NA Jamin UNBK 2020 tidak Pinjam Laptop Lagi
×

