MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah kian geram. Dia mulai menebar ancaman kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak bisa bekerja maksimal.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang nomor satu Sulsel itu geram. Diantaranya, gagal tender beberapa proyek unggulan seperti pembangunan rumah sakit regional dan rest area akibat persoalan pembebasan lahan.
Selain itu, hingga memasuki triwulan II 2019, belum ada sesuatu berarti yang bisa ditunjukkan ke publik. Penyerapan anggaran masih berjalan lamban. Apalagi dengan pembangunan proyek fisik yang masih nihil.
Puncak kemarahan Nurdin kepada OPD lingkup Pemprov Sulsel semakin menjadi pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sulsel, Kamis (11/4) di Hotel Claro, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem menyoroti keterlambatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel triwulan I.
Nurdin mensinyalir indikasi keterlambatan proyek disebabkan ada yang ingin bermain-main untuk mencari keuntungan.
“Ini teman-teman di pemprov terlalu kaku. Saya cuma ingatkan kepada mereka, jangan coba main-main sama proyek. Kalau ada kepentingan-kepentingan disitu, saya sikat dia,” tegasnya.
Dengan nada tinggi, dia melontarkan ucapan cukup keras,” saya sikat satu-satu itu, saya habisin semua. Yang tidak kerja bener,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, pihaknya sudah menekankan OPD, Desember hingga Januari itu proyek sudah harus tender.
“Tapi ini, masih tarik ulur karena kepentingan. Ini penyakit lama dan tidak akan mentolerir orang-orang begitu,” ungkapnya.
Tahun depan, katanya, Desember hingga Januari, proyek-proyek yang sudah mulai harus bekerja. Apalagi, semua sudah harus e-katalogue, dan semua serba elektronik.
“OPD harus kerja ikhlas. Kita sudah tujuh bulan bekerja, masih kebiasaan lama mau diikuti. Mereka yang tidak sepaham, kita amputasi saja,” ungkapnya.
Karena proses lelang hingga program masih berjalan lamban, Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKP2) di jalan AP Pettarani Makassar.
Di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Wagub mengecek detail persoalan pekerjaan tahun 2019 yang belum memasuki proses lelang dan memperjelas penyebab mandeknya lelang tersebut.
“Saya Meminta laporan sore ini timeline pelaksanaan hingga lelang terutama pengerjaan fisik yang menyita waktu lama,” ucap Andi Sudirman.
Sementara di Dinas Perumahan kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKP2), Wagub berdialog langsung dengan Kepala OPD dan Kabid Pertanahan membahas proyek yang membutuhkan proses pembebasan. Wagub meminta hal yang sama yakni timeline schedule lintas OPD dan ingin mengetahui dimana mandeknya serta siapa penanggung jawabnya.
“Besok kita rapat di ruangan saya, rapat bersama dengan Asisten, Kepala Unit layanan Pengadaan (ULP), dan beberapa OPD dengan pekerjaan dan anggaran yg cukup besar, saya ingin tahu apa masalahnya dan siapa pihak yang membuat proses menjadi lamban,” tegas Andi Sudirman.
Di akhir sidaknya, Wagub tetap memberi semangat kepada seluruh staf di msing-masing OPD. Wahu meminta para ASn ini percaya diri bisa menjadi tim terbaik.
“Yakinkan kalian adalah tim terbaik karena dipercayakan mengelola program besar, kalian bisa!” seru wagub memberi semangat.(rhm)

