MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyiapkan ruangan khusus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang. Ruangan ini disiapkan bagi calon anggota legislatif (caleg) yang kejiwaannya terganggu pasca-gagal pada Pemilihan Umum 2019.
Demikian disampaikan Bupati Maros, HM Hatta Rahman. Dikatakan, tidak bisa dipungkiri, pascapileg kemarin, dipastikan ada Caleg yang gagal. Dan mereka stres karena tidak terpilih. Untuk membantu kejiwaan warga Maros yang gagal saat Caleg, bupati sudah meminta beberapa dokter untuk membantu Caleg gagal. Khususnya penanganan kejiwaan mereka.
”Kita sudah siapkan ruangan khusus itu untuk merawat Caleg gagal yang kejiwaannya terganggu untuk memulihkan psikologisnya. Di ruang jiwa itu terdapat ruangan untuk observasi, isolasi, dan rawat. Kami sudah instruksikan kepada dokternya,” jelasnya kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, ruangan ini untuk memberikan pelayanan kepada Caleg yang bisa saja depresi saat mengetahui dirinya tidak terpilih menjadi anggota legislatif periode 2019-2024. Rumah sakit akan merahasiakan identitas Caleg gagal yang mengalami gangguan kejiwaan dan menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah itu.
Pelayanan yang diberikan baik untuk gangguan jiwa ataupun secara fisik jika diagnosisnya kejiwaan. Perawatan yang diberikan pun disesuaikan kondisi kejiwaan Caleg tersebut. ”Akan ada terapi khusus bagi mereka yang gagal. Pokoknya, dokter akan siap terus memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Disisi lain, dinas sosial Kabupaten Maros juga menyiapkan rumah singgah (shelter) khusus. Rumah singgah ini dikhususkan bagi calon legislator yang mengalami stres atau trauma karena gagal mendapatkan kursi di DPRD.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur, menjelaskan, pihaknya memiliki trauma center untuk membantu menangani masyarakat yang mengalami trauma, termasuk bagi caleg gagal. Pada Pemilu 2019, KPU Kabupaten Maros mencatat 150 Caleg dari 13 partai politik untuk memperebutkan 35 kursi di DPRD Kabupaten Maros. Dijelaskan, rumah singgah trauma center itu dikelola tenaga pekerja sosial (peksos) dan tenaga konseling. Awalnya, rumah singgah itu digunakan untuk membantu anak atau orangtua jompo yang terlantar, termasuk gelandang dan pengemis.
Dikatakan, penanganan trauma dilakukan bersama pihak terkait. Apabila klien itu dapat ditangani di sini, maka Dinsos akan menampung dan memberikan layanan penginapan dan makan minum, termasuk pelayanan konseling.
”Akan tetapi, jika harus ditangani lebih serius dengan melibatkan tenaga medis, maka klien tersebut dirujuk ke RSUD Salewangang Kabupaten Maros atau ke layanan RSUD Jiwa Dadi di Makassar,” pungkas mantan Kabag Humas ini. (ari/mir/c)
Bantu Trauma Caleg Gagal
×

