MELALUI doa yang ikhlas dan tulus tentu Allah akan mengabulkan semua. Lewat sedekah, tidak hanya mendapatkan pahala di akhirat saja, melainkan juga di dunia. Seperti yang sedang dijalankan Abdul Gafur bersama teman-temannya di Sedekah Jumat Pekan (SJP) yang setiap harinya memberikan makan gratis kepada masyarakat Makassar.
Laporan: ARDHITA ANGRAENI
“Pertama ide itu muncul karena saya punya inisiatif mau menikah. Supaya pernikahanku lancar itu hari, jadi saya coba sedekah karena tanggal pernikahan saya sudah ada. Ternyata Allah membalasnya lebih karena pada hari H juga pernikahan saya bisa dilancarkan pada tahun 2017 karena sedekah dari beberapa teman-teman yang membantu saya,” ungkapnya ketika disambangi penulis di tempatnya, di Jalan Prof Basalamah, kemarin.
Beranjak dari situ, Gafur terus meniatkan sedekahnya dan tidak berhenti begitu saja. Melainkan sedekahnya itu menjadi kegiatan rutin setiap jumat bersama teman-temannya.
“Setelah saya menikah saya jalankan program itu sendiri di tiap Jumat pekan. Berjalan beberapa pekan, teman-temanku mulai protes kenapa hanya saya yang ingin mendapatkan pahala. Makanya dari situ kita bersama sama melanjutkan kegiatan mulia ini,” kata Gafur.
Ia juga mengaku, saat ini anggota SJP sudah ada 500 lebih orang. “Kalau di jalan tiap jumat itu, kita bagi 700-900 porsi. Tim yang turun pun tergantung berapa jumlah yang sanggup,” jelasnya.
Selama menjalankan program sedekahnya, Abdul Gafur diberi banyak kemudahan mulai dari banyaknya anggota sedekah yang bergabung dan banyak donasi untuk programnya tersebut. Hingga akhirnya, Gafur mendapatkan orang dermawan yang siap memberikan tempat/ruko untuk menjalankan program sedekahnya.
“Berbagi makananan ini kan sudah setahun lebih. Mulainya tanggal 16 september 2017 awalnya itu tiap hari Jumat kita bagi-bagi nasi di jalanan. Hingga 2 sampai 3 pekan terakhir itu alhamdulillah kita dapat ruko gratis selama 1 tahun. Di situ kita berpikir kenapa kita tidak buat setiap hari saja. Karena tiap pekan itu sudah sering, makanya kita buka setiap hari. Apalagi donasi selalu ada dari situ kita anggarkan untuk diadakan setiap hari sampai sekarang,” bebernya.
Meski awal-awalnya Gafur membuka makanan gratis setiap hari tidak semudah yang dipikirkannya, apalagi bertepatan di saat masa kampanye pemilu. Banyak orang yang menduga niatannya yang ikhlas itu disangkutpautkan dengan pemilu.
“Di minggu pertama kita kesulitan mencari orang, jadi saya bersama teman-teman mencari tumpangan gojek atau grab untuk membagi makanan. Bahkan ada beberapa masyarakat yang tidak mau menerima makanan karena dia kira kampanye. Tapi saya jelaskan ke mereka bahwa ini murni program dari SJP makan gratis,” tuturnya.
Hingga kini warung makannya yang ia buka mulai pukul 13.00 siang tidak menunggu waktu lama untuk habis. “Alhamdulillah udah lumayan banyak kalau mau salat Ashar masih ada sedikit kita bungkus lalu bagikan ke jalan-jalan. Tapi semenjak viral 200 porsi dalam waktu 30 menit habis. Kami buka makan gratis ini setelah Dhuhur jam 13.00 wita. Ada masyarakat masih bertanya-tanya kebenarannya dan mengecek langsung apa betul ada makan gratis dan nukan hoax. Setelah mereka tahu, besoknya dia datang lagi bawa rombongan,” ujarnya. (ita)

