MAMUJU, BKM — Kapolda Sulbar, Baharuddin Djafar, mengingatkan dan menekankan kepada 375 peserta baik calon Polki dan Polwan untuk tidak sekali-kali percaya dengan calo. Hal ini disampaikan Kapolda saat mengujungi para peserta seleksi Polri tingkat Panda Polda Sulbar yang sementara mengikuti ujian tahap kesehatan kedua di Rumkit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso, Senin (20/5).
Ini adalah tahap-tahap akhir penerimaan seleksi Polri. Sesuai pengalaman sebelumnya, akan semakin banyak cara yang akan dilakukan para calo untuk menerkam mangsanya. Begitu pun para calon dan orangtua akan sibuk mencari pengurus demi mendapatkan kelulusan.
”Ingat fakta integritas yang telah disepakati bersama demi penerimaan tetap bersih dan transfaran akan menjadi acuan kita untuk menggugurkan siapa saja yang curang. Pengalaman lalu iming-iming akan terus dilancarkan calo, bisa mengubah nilailah bahkan harus melibatkan nama Kapolda maupun pejabat lainnya. Untuk itu jangan pernah percaya calo,” tegas Kapolda.
Kapolda Baharuddin Djafar mengatakan, pihaknya tidak akan mengecewakan perjuangan para Casis Polri. ”Betapa ruginya jika peringkat kalian baik terus dikalahkan peringkat yang tidak baik hanya karena membayar sejumlah uang. Proses seleksi ini akan tetap kami kawal dengan baik agar yang terpilih betul-betul berkualitas,” tutur Kapolda.
Intinya dalam seleksi Polri, tidak ada bayar-bayaran. ”Karena kita terus berupaya mempertahankan penerimaan-penerimaan yang bersih sebelumnya. Jika perlu, siswa terbaik pada pendidikan di SPN Batua mendatang kembali diraih peserta dari Sulbar. Sekali lagi saya tekankan, bohong kalau ada yang bisa meloloskan, kalau bukan karena kemampuan sendiri dari anak-anaku sekalian,” kata Kapolda seperti yang disampaikan Kabid Humas, AKBP Hj Mashura.
Sebanyak 375 peserta yang masih bertahan saat ini, membuktikan bahwa kualitas di Sulawesi Barat sangat bisa dibanggakan. Sementra itu, di tempat berbeda melalui data dari SDM, Kabid Humas, AKBP Hj Mashura menjelaskan, tes kesehatan kedua ini akan dilakukan berupa ujian tahapan, yaitu pemeriksaan EKG, rontgen, darah dan tes kesehatan jiwa sebagai upaya mewujudkan peserta seleksi berkualitas. (ala/mir/c)
Kapolda Ingatkan Casis Jangan Percaya Calo
×

