PAREPARE, BKM — Kasus pelecehan seksual mendominasi laporan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelrindungan Anak (PPPA) Kota Parepare. Kasus lain seperti anak isap lem, kekerasan dan bullying anak di sekolah juga tetap menjadi perhatian Pemkot Parepare.
Plt Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Dra Hj Aminah Amin didampingi Sekdis Wahyuni Khaliq di Kantornya, Selasa (21/5) menjelaskan setiap tahun menurun kasus kekerasan terhadap anak dari berbagai jenis kasus masuk di dinas yang dipimpinnya. Sejak tahun 2017 mencapai angka puluhan kasus hingga 2018 praktis menurun. Tahun 2019 hanya 10 kasus.
“Pada tahun 2019 ada 10 laporan kasus terhadap anak mulai kasus kekerasan, seksual terhadap anak, isap lem, dan bullying. Perda no 12 tahun 2015 tentang perlindungan anak dikoordinasikan dengan kepolisian,”ujarnya.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi setiap bulan dari sekolah ke setiap sekolah dan akhirnya Parepare mendapatkan kota layak anak. Selain itu juga mendekati sekolah ramah anak di SMA, SMK dan mulai dari pendidikan anak usia dini, TK, SD, SMP dan non formal. (mup/D)
Kadis: Tiap Tahun Menurun
×

