MAMUJU, BKM — Para pengawas koperasi memiliki peranan penting dalam melakukan pengawasan terhadap perkoperasian. Karena tanpa kehadiran seorang pengawas dalam tubuh koperasi, maka tidak akan diketahui terhadap maju dan tumbuhnya peran terhadap perkoperasian.
”Pengawas koperasi sangatlah pentingnya perannya dalam mengawasi koperasi. Pengawas juga berkontribusi terhadap maju mundurnya suatu koperasi. Pengawas juga dapatlah mengontrol terhadap peran koperasi,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Drs H Abd Natsir MM, ketika menjadi narasumber pada acara pelatihan perkoperasian kepada pengawas koperasi se-Provinsi Sulbar. Pelatihan yang berlangsung di Hotel Berkah Mamuju pada 16 sampai 18 Mei 2019 ini, diikuti 30 orang peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Sulbar, Drs H Amir Maricar MM, saat memberikan materi di hadapan para peserta pelatihan perkoperasian bagi pengawas koperasi se Sulbar, mengatakan, pengawas koperasi haruslah mampu memiliki kompetensi dalam pengetahuannya dalam melakukan perannya selaku pengawas koperasi. Karena tanpa ada peran para pengawas koperasi yang baik melihat terhadap peran koperasi itu, maka tidak akan diketahui terhadap maju dan tumbuhnya peran terhadap perkoperasian.
Bahkan H Amir Maricar juga menjelaskan, peran para personel bagi pengawas perkoprasian itu, sangatlah dituntut kemampuan kualitas dan pemahamannya dalam berperan melakukan pada sistem pengawasan perkoperasian.
”Karena tanpa ada tindakan dan peran pengawasan terhadap perkoperasian, maka kita tidak akan mampu mengetahui pertumbuhan pada peran perkoperasian. Juga sebagai kontrol terhadap peran perkoperasian sehingga peran perkoperasian itu akan mampu diketahui pada permasalahan yang ada pada setiap koperasi. Pengawasan perkoperasian harus mampu diterapkan secara baik,” ungkapknya.
Kepala Bidang Koperasi UKM Provinsi Sulbar, Drs Darman, MAP, memaparkan, para pengawas disetiap koperasi yang ikut pelatihan ini, agar mengedepankan kualitasnya di hadapan para peserta pelatihan perkoperasian bagi pengawas koperasi.
”Para pengawas perkoperasian juga dituntut loyalitasnya dalam melaksanakan perannya sebagai pengawas. Para pengawas harus mampu memberikan perannya dalam menumbuhkan dan memajukan pada peran perkoperasian. Para pengawas koperasi harus memiliki kemampuan pengetahuan dan skill,” kata Darman.
Pemateri lainnya, Drs H Akmal Hidayah MM selaku staf ahli ekonomi gubernur Sulbar, menyampaikan, para pengawas koperasi se Sulbar yang menjadi peserta dalam pelatihan ini harus memiliki kemampuan kualitas dan meningkatkan kemampuan kualitasnya itu dalam melakukan perannya sebagai pengawas.
”Pengawas koperasi itu harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya terhadap pengawasan koperasi. Sehingga akan mampu memberikan kontrolnya dan melakukan perbaikan sistem terhadap peran perkoperasian. Karena peran pengawasan koperasi itu sangat diharapkan perannya dalam memajukan perkoperasian,” katanya.
Sementara Salman Sahmad, SPd. MPd dalam pemaparan materinya di hadapan para peserta pelatihan perkoperasian bagi pengawas koperasi, mengatasakan, para pengawas dituntut kemampuan dan perannya dalam melakukan pengawasan koperasi secara obyektif. Sehingga perannya tersebut dapat berlangsung secara maksimal.
Sedangkan pemateri lainnya, Bahrul Ulum Ilham, SPd. MPd, menjelaskan, peran dalam memajukan pada setiap perkoprasian bagi pengawas koperasi tersebut, haruslah ada sebuah kemampuan dalam manajemen.
Juga kemampuan pemahaman dalam melakukan bentuk pengawasan perkoperasian yang ada pada masing-masing di daerahnya. Karena tanpa ada peran bagi pengawas perkoperasian melakukan bentuk pengawasan pada setiap perkoperasian, maka itu tidak akan mampu diketahui pada peran dari setiap perkoperasian.
”Terutama mengenai apakah koperasi itu mengalami kemajuan ataukah penurunan. Itulah harapan para pengawas koperasi. Yakni memberikan kontrolnya secara baik pula,” katanya. (ala/mir/c)
Pengawas Koperasi Harus Tingkatkan Kemampuan
×

