MAKASSAR, BKM–Dua partai besar di Sulawesi Selatan sudah mulai ambil langkah untuk membentuk tim penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota serta bakal calon bupati dan wakil bupati di 12 daerah yang akan menggelar kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) dan pemilihan bupati (Pilbup) yang digelar serentak pada September 2020 mendatang.
Kedua partai politik tersebut masing-masing, Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Soal kapan Demokrat membentuk tim penjaringa, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe mengaku akan menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tahapan. “Kita tunggu KPU kapan menetapkan tahapan barulah kita tentukan tim penjaringan,”ujar Ni’matullah.
Ulla, panggilan akrab Ni’matullah Erbe menegaskan bila partainya akan menyiapkan kader untuk maju di kontestasi. “Di seluruh kabupaten kota yang akan menggelar pemilihan, maka Demokrat akan menyiapkan kader. “Kita akan prioritaskan kader, kecuali kader tersebut tak ingin maju, maka kita akan menjaring calon dari eksternal,”jelas Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini sambil melirik ke adik ipar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yakni Taufik Fachruddin. “Pak Taufik itu kader Demokrat, olehnya itu jika serius tentu kita perhatikan,”ucapnya.
Hingga kini, Taufiq Fachruddin belum bisa memutuskan apakah akan maju di Pilwali Makassar atau di Pilbup Pangkep.
Sementara itu, Partai Gerindra yang dipimpin Andi Idris Manggabarani sudah membentuk tim penjaringan. Pembentukan tim penjaringan dihadiri Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Rusdin Tabi, Ketua OKK DPD Gerindra Sulsel Darmawangsa Muin, Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulsel Anwar Wahab, Wakil ketua Sofyan Hamid, Wakil ketua Sanusi Anwar serta Wakil ketua Sawaluddin Arief.
DPD Gerindra telah memutuskan sejumlah hal yakni Partai Gerindra akan mendorong atau mengusung kader yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi untuk maju sebagai calon bupati, wali kota 2020 nanti.
“Sejak rapat tim bekerja untuk membangun koalisi dengan partai sehingga dalam koalisi nanti akan di putuskan siapa menjadi calon kepala daerah,”ujar Syawaluddin Arif, Minggu (16/6).
Kedua, Gerindra senantiasa membuka diri untuk meminang dan dipinang calon kepala daerah yang di usulkan oleh partai lain dalam koalisi.
“Dan yang terakhir, tidak membuka diri dan tidak menerima calon non partisan dan mempersilahkan calon non partisan untuk maju sebagai calon kepala daerah melalui jalur independen,”tegas Syawaluddin Arif yang juga juru bicara Gerindra Sulsel ini. (rif)
Demokrat dan Gerindra Siap Bentuk Tim Penjaringan
×

