MAMUJU, BKM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulbar agak kesulitan dalam menjalankan sejumlah programnya. Terutama untuk Pra-PON. Karena ditahun 2019 ini, KONI Sulbar tidak mendapatkan anggaran melalui APBD pokok Provinsi Sulbar.
Hal ini disampaikan Ketua KONI Sulbar, H Hamid BCKU di hadapan para peserta dari seluruh cabang olahraga dan KONI se-Provinsi Sulbar yang hadir dalam acara rapat anggota KONI se-Sulbar, di Hotel Berkah Mamuju, Selasa (18/6). Rapat ini berlangsung hingga Rabu hari ini (19/6).
Meski tidak mendapatkan anggaran di APBD pokok, namun Hamid tetap berharap anggaran Pra-PON ini bisa terakomodir pada APBD perubahan tahun anggaran 2019 mendatang.
”Permasalahan kami di KONI Sulbar untuk menyelenggarakan Pra-PON adalah tidak adanya anggaran yang dialokasikan di APBD pokok tahun anggaran 2019. Tapi mudah-mudahan di APBD perubahan nanti sudah ada alokasi anggarannya,” kata Hamid.
Pada kesempatan tersebut, Hamid juga menyampaikan perlu ada kesepakat dalam menentukan cabang olahraga yang akan diikutkan dalamPra-PON. ”Itulah yang harus dicarikan solusinya dalam menentukan sikap untuk memberikan prestasi terhadap cabang olahraga yang kita ikutkan dalam Pra-PON nanti. Yakni cabang olahraga yang bisa menyumbangkan medali untuk Provinsi Sulbar,” ujar Hamid. Sementara itu Gubernur itu, Sulbar Sulbar yang diwakili Balitban Provinsi Sulbar, H Jamil Barambangi, menyampaikan, memang menjadi masalah karena KONI Sulbar tidak mendapatkan dana hibah melalui APBD pokok tahun anggaran 2019. (ala/mir/c)
Anggaran KONI Sulbar tidak Terakomodir di APBD
×

