PAREPARE, BKM — Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Parepare menggelar aksi unjuk rasa Kantor Kejari Parepare, Kamis (25/7).
Unjuk rasa dipimpin jenderallapangan Tri Suryadi Saputra selaku Ketum HIPMI Parepare. Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar beberapa kasus korupsi di Parepare dapat dituntaskan.
Sebut misalnya OTT Eks ULP TA 2017 yang tak kunjung rampung, kasus dana Dinkes Rp 6,7 milyar TA 2017-2018, Dana alokasi khusus (DAK) TA.2016.
Massa juga meminta Kajari Parepare tidak melakukan pembiaran atas dugaan penyalagunaan anggaran atas pembangunan RS Asri Ainun Habibie sampai adanya kejelasan berkas mengenai Amdal. Transparansi perkembangan Kasus DAK Rp 40 M tahun anggaran 2016.
Walikota Parepare HM Taufan Pawe menyampaikan pemerintahan yang dipimpinnya dilakukan secara transparan dan tidak ada yang ditutup tutupi. Semua dana dianggarkan Pemkot dan dibelanjakan sesuai aturan yang ada.
”Tapi tetap saja ada demo tentang kasus Dinkes,” tegas Taufan.
Aksi unjuk rasa sempat membuat kemacetan panjang di depan Kantor Kajari karena para mahasiswa melakukan aksinya menutupi badan jalan.
Untuk menghindari kemacetan panjang, Sat Lantas Polres Parepare mengalihkan arus lalu lintas ke jalur lain. (mup/C).
HIPMI Dana Dinkes ke Kejari
×

