MAMUJU, BKM — Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa. Ke depannya, hal tersebut sangat menjanjikan. Karena setiap desa secara tidak langsung telah memiliki program andalan masing-masing.
Harapan ini disampaikan Bupati Mamuju, H Habsi Wahid saat membuka Bursa Inovasi Desa pada Kamis (25/7). Habsi Wahid juga berpesan kepada para kepala desa agar memperhatikan para inovator desa dengan memprioritaskan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa. Sehingga inovasi-inovasi yang dihasilkan dapat terus berjalan.
”Dari Inovasi desa inilah yang harus dimasukkan dalam APBDesa. Jangan hanya ditampilkan sebagai inovasi desa, tetapi tidak mendapat dukungan dari pemerintah desa,” ujar bupati Mamuju.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju yang juga sekaligus Ketua Tim Bursa Inovasi Desa Kabupaten Mamuju, H Abdul Rahim Mustafa, mengatakan, kegiatan yang dipusatkan di kecamatan tersebut merupakan salah satu program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam rangka mewujudkan nawacita yang digagas pemerintah pusat.
”Tentunya melalui bursa inovasi desa kita menginginkan badan usaha milik desa dapat dikembangkan di setiap desa,” ujar Kadis PMD.
Pada bursa inovasi desa yang dipusatkan di Kecamatan Sampaga tersebut, diikuti empat klaster, yakni Kecamatan Sampaga, Tommo, Papalang, dan Kecamatan Kalukku.
BID Diharap Mampu Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat
×

