TAKALAR, BKM — Puluhan warga desa Popo, kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang resah melihat keberadaan tambang menggelar aksi demonstrasi. Mereka menuntut pihak pengelola tambang segera menutup lokasi tersebut.
Awalnya warga Desa Popo sepakat akan hadirnya alat berat di lokasi dengan dalih beberapa areal persawahan akan dijadikan tambak. Namun kenyataannya tidak demikian. Sawah milik warga yang dikeruk malah dijadikan galian tambang pasir.
”Warga dibodoh-bodohi pihak pengelola tambang. Katanya cetak tambak, tapi lama kelamaan mereka mengeruk pasir dan mengomersialkannya. Kedalaman sawah yang telah digali sudah mencapai 3 meter,” kata Daeng Bella, warga Desa Popo.
Daeng Bella yang memiliki sepetak sawah tepat berdampingan dengan lokasi tambang pasir meminta kepada pihak pengelola untuk segera menghentikan aktivitas penambangan karena dirinya kuatir sawah miliknya ikut amblas.
”Kami meminta perhatian Pemda Takalar untuk menghentikan tambang yang ada di desa kami, sebelum hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi,” ujarnya.
Daeng Nai, warga Desa Popo lainnya dalam aksi demo tersebut juga mendesak pihak penambang menghentikan proses penambangan yang tengah berlangsung dan meminta pemerintah segera turun tangan membantu masyarakat menghentikan aktivitas tambang tersebut.
”Kami minta tambang ini segera ditutup. Karena sawah kami akan mengalami kerusakan jika tidak dihentikan,” kata Daeng Nai, akhir pekan lalu.
Sementara itu, beberapa warga lainnya yang tanahnya pas di samping lokasi Daeng Nai, mengatakan, awalnya mereka dimintai persetujuan untuk mencetak tambak. Tapi ternyata yang terjadi adalah penambangan,” kata Daeng Nai. (ira/mir/c)
Sawah Disulap Jadi Tambang Galian Pasir
×

