MAMUJU, BKM — Pelayanan kesehatan khususnya untuk sakit jantung di Rumah Sakit (RS) Regional Sulbar, dipertanyakan anggota DPRD Sulbar, H Sudirman.
Kepada wartawan BKM di gedung DPRD Sulbar, Rabu (31/7), Sudirman menyampaikan, ketika itu dirinya bermaksud memeriksakan penanganan jantungnya. Tapi dirinya tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan untuk penanganan jantung akibat tenaga dokter yang menangani masalah jantung tersebut sedang melaksanakan ibadah haji.
”Pelayanan kesehatan jantung di RS Regional Sulbar saat ini tidak dapat dilaksanakan karena dokter yang menangani jantung tersebut sedang melaksanakan ibadah haji. Apalagi, dokter yang menangani kesehatan jantung tersebut hanya satu orang,” kata Sudirman.
Semestinya, tegas Sudirman, manajemen RS Regional Sulbar sudah mengantisipasi hal-hal seperti ini jauh hari sebelumnya. ”Semestinya manajemen RS Regional Sulbar tidak hanya menyiapkan satu dokter untuk kesehatan jantung. Sehingga kalau ada dokter yang melakukan aktivitas di luar Sulbar, maka ada alternatif lain. Yakni dokter jantung lainnya bisa menangani,” kata Sudirman.
Sudirman mengatakan, penanganan jantung tersebut tidak bisa diabaikan. Karena jantung merupakan masalah fatal bagi kesehatan. Juga mengenai masalah nyawa manusia tersebut.
”Untuk itu, perlu ada perbaikan sistem serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan dilayani. Utamanya masalah penanganan kesehatan jantung tersebut,” katanya.
Dikatakan, pelayanan kesehatan dan penanganan masalah jantung haruslah ada keseriusan dalam penyiapan pelayanannya. Termasuk tenaga dokternya, haruslah disiapkan.
”Kita tidak bisa tunda-tunda pelayanannya. Harus ditangani dengan cepat. Tapi kalau dokternya hanya satu yang menangani masalah jantung, ini juga menjadi masalah. Juga, proses pelayanan kesehatan jantung di RS Regional Sulbar tidak akan bisa berjalan secara maksimal,” katanya. (ala/mir/c)
Sudirman Pertanyakan Peran Pelayanan Jantung di RS Regional Sulbar
×

