MENJALANI hidup di kota besar seperti Makassar memang tidak mudah. Semua dari kita pasti dituntut untuk mengeluarkan tenaga dan pikiran ekstra jika ingin hidup di kota ini. Seperti yang dilakoni Nur Rahmi penjual minuman ringan di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).
Laporan: NUGROHO
Selain mencari pekerjaan, beberapa orang di Makassar juga ada yang fokus menciptakan lapangan pekerjaan. Walaupun tidak besar, namun mindset itulah yang terbaik. Seridaknya hal tersebut yang dipikirkan Nur Rahmi.
Nur Rahmi adalah seorang asal Kabupaten Wajo yang memilih mencari nafkah di Makassar.
Penulis sempat menemui Rahmi di tempat jualannya, di Foodcourt UNM Pelataran Menara Phinisi. Saat ditemui, ia sedang sibuk-sibuknya menyediakan minuman yang dipesan oleh pelanggan.
Untung saja ia begitu terbuka. Di tengah kesibukannya, ia masih mau berbincang sekadar berbagi pengalamannya.
Hanya mengerjakannya sendiri, Rahmi terlihat mengiris buah itu sendiri. Meraciknya menjadi minuman. Hingga mengantar minumannya sendiri.
Walaupun begitu, Rahmi tampak tetap ceria. Ia masih bisa tertawa di tengah aktivitasnya. Padahal tampak kesibukan yang ia jalani.
Rahmi, sapaannya mengisahkan, jika sejak dirinya selesai kuliah, ia langsung terjun ke dunia usaha. Hal ini diambil karena kebutuhan akan hidup dan semakin sulitnya mencari pekerjaan di kota ini.
Berbagai minuman ringan ia jajakan. Mulai dari aneka jus, aneka milkshake, hingga berbagai minuman panas. Semuanya tersaji dengan harga yang cukup bisa dijangkau.
Ia mengatakan, pekerjaannya saat ini juga adalah pekerjaan yang amat ia sukai. Olehnya walaupun tak memiliki pegawai dan hanya mengerjakan seorang diri, ia mengakui cukup menikmati.
Rahmi mengaku bersyukur saat ini ia bisa berjualan minuman ini. Pasalnya, dulu kehidupannya amatlah jauh dari situasi saat ini.
Walaupun pernah mengenyam pendidikan di UNM, namun kehidupannya dulu tak cukup memenuhi kehidupan yang layak. Pasalnya, kostnya apa adanya, serta tiap hari jalan kaki ke kampus, membuat dirinya hidup prihatin.
“Dulu kostku astaga jelek sekali. Kalau ke kampus pulang balik jalan kaki. Mana banyak begal,” kata wanita 26 tahun ini.
Walaupun saat ini hanya menjual minuman saja, namun dikatakannya setidaknya saat ini lebih baik. Rahmi menegaskan, berjualan adalah hal yang sudah cukup baik dalam dirinya menyambung hidup di kota metropolitan ini.(*)

