LUWU, BKM — Ketua KNPI Luwu, Irwan Saputra Vajerih berharap Pemkab Luwu meningkatkan pola pikir pemuda Luwu yang berbasis kearifan lokal dan religius dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini menyikapi beberapa kejadian yang terjadi di Luwu dalam tiga pekan terakhir berupa terjadinya hubungan terlarang sesama saudara kandung, tawuran, pembunuhan anak kandung dan meningkatnya peredaran narkoba.
“Penguatan wawasan kearifan lokal dan religius akan
membentuk nilai dan karakter dalam berhubungan
antarindividu, antarmasyarakat maupun antaramanusia dengan alam sekitar “ujar Voy, Rabu (14/8).
Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai tentang kebijaksaaan, kearifan dan keluhuran yang menjadi cara pandang masyarakat dalam memandang lingkungannya. Kearifan lokal telah menjadi sumber moral, nilai dan pengetahuan kolektif masyarakat untuk hidup dinamis dan saling berdampingan.
Kearifan lokal dapat ditemukan melalui perilaku yang melekat di masyarakat seperti saling tolong menolong, gotong royong, tegur sapa, dan toleransi.
Voy menjelaskan karakter kearifan lokal masyarakat Luwu ini sangat fleksibel, adaptif dan dinamis. Namun, karakter ini akan menjadi boomerang apabila masyarakat tidak mempunyai imunitas kultural yang kuat dalam menghadapi pembaharuan dan perubahan.
“Dewasa ini, kearifan lokal mulai memudar seiring dengan perubahan zaman dan munculnya pergeseran nilai di tengah masyarakat. Ketidakmampuan masyarakat dalam melestarikan kearifan tersebut sejalan dengan serbuan nilai baru yang mengimpit masyarakat melalui berbagai isntrumen dan media. Sajian nilai baru yang massif telah menggerus nilai dan pengatuan kearifan lokal hingga karakter bermasyarakat pun menjadi berubah “ujarnya (wan/C)
Ketua KNPI: Berdayakan Kearifan Lokal
×

