MAMUJU, BKM — Setelah mengikuti pelatihan dan orientasi pengenalan lingkungan, sebanyak 34 bintara remaja angkatan 43 yang terpilih bergabung pada satuan Brimob, kini menjalani tradisi puncak, yaitu pembaretan yang menjadi kegiatan turun temurun di lingkungan Polri.
Seperti tradisi lainnya di lingkungan Polri, seluruh Bintara remaja ini diwajibkan mengikuti segala tahapan pembekalan yang ada hingga betul-betul dinyatakan pantas mengemban tugas berat saat bergabung di satuan elit kepolisian, yaitu Brimob.
Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj Mashura, mengatakan, tradisi ini adalah proses penerimaan bintara baru yang berlangsung sejak dulu, agar saat bertugas di lapangan para baja dapat lebih menghargai seniornya (hierarki) yang setingkat lebih tinggi. Sekaligus untuk meningkatkan respek dan ketanggapan saat menerima perintah dari atas langsung.
Pembaretan yang berlangsung di lokasi Kelapa Tujuh sekitar rujab bupati Mamuju dipimpin langsung Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, dihadiri para pejabat utama Polda Sulbar, Rabu (14/8).
Sebelumnya, seluruh bintara remaja melakukan longmarch dengan melewati medan berat sebagai perjuangan untuk membuktikan kemampuan dan kesiapan para baja untuk bergabung di satuan Brimob.
Seperti disampaikan Hj Mashura, Kapolda Sulbar dalam amanatnya mengharapkan para bintara remaja mampu mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional melalui tradisi ini.
Aplikasikan hal-hal yang positif yang didapatkan selama masa orientasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak citra Polri dan menjadi kebanggaan instansi Polri. (ala/mir/c)
34 Bintara Remaja Ikuti Tradisi Pembaretan Satuan Brimob
×

