MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah mulai melirik pengembangan kawasan Centre Point of Indonesia (CoI). Khususnya lahan seluas 57 hektare yang merupakan jatah hasil reklamasi yang dilakukan PT Yasmin.
Lahan itu kemudian ditawarkan orang nomor satu Sulsel tersebut kepada investor, khususnya dari luar negeri.
Nurdin mengaku cukup banyak yang tertarik untuk menanamkan investasi di sana. Mulai investor Jepang, Malaysia, Uni Eropa, dan lainnya.
Pada Selasa (20/8) pagi, Nurdin melakukan peninjauan ke kawasan CoI dengan membawa investor dari Malaysia.
“Ini untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu,” ungkap Nurdin.
Menurutnya, lahan seluas 57 hektare yang sudah menjadi aset Pemprov Sulsel disana harus dikelola secara maksimal untuk mendatangkan PAD.
“Kita punya 57 hektar, tidak mungkin kita yang membangun. Kita harus cari mitra mengelola aset kita untuk harus menambah PAD (pendapatan asli daerah) tanpa harus menjual. Kita lakukan kolaborasi,” kata Nurdin di Rujab Gubernur.
Nurdin menyebutkan, sudah ada beberapa investor yang memberikan penawaran. Salah satunya perusahaan dari Malaysia yang ingin membangun apartemen di CPI.
“Ada dari Malaysia mau bangun apartemen, nanti kita akan bicarakan DPRD sehingga pikiran kita sama. Walaupun tertarik tapi tidak sejalan, tidak mungkin kita terima,” jelasnya.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menyebutkan pelibatan pihak ketiga harus memberikan kontribusi ke Pemprov Sulsel. Nantinya setiap bangunan yang ada di atas lahan milik Pemprov harus menyertakan saham Pemprov.l
“Bagi saya yang penting menguntungkan Pemprov. Sudah ada dari Malaysia, Jepang, dan Uni Eropa. Ada juga yang mau memanfaatkan pantai kita. Di situ nanti ada perahu, bisa minum teh saat sore hari. Malam-malam sambil mengobrol,” tutupnya.
Selain itu, di kawasan CoI tersebut, akan dibuat dermaga yang akan menjadi tempat penyebarangan ke pulau-pulau yang ada di perairan Makassar dan sekitarnya. Dermaga itu nantinya akan menggantikan fungsi Kayu Bangkoa yang selama ini menjadi lokasi penyeberangan.
Terkait perencanaan pembangunan di CoI yang sudah ada sejak zaman Gubernur Sulsel sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Nurdin mengatakan, sejauh ini belum melihat perencanaan tersebut.
SYL pernah bermimpi diatas lahan reklamasi yang menjadi jatah Pemprov Sulsel tersebut, ada ruang terbuka hijau seluas 30 persen, perpustakaan umum yang besar, pusat penelitian, hingga rumah sakit lansia.
Namun Nurdin mengatakan, rancangan maket tersebut tidak pernah diperlihatkan pada dirinya.
“Kalau ada maketnya mana? Perlihatkan pada kita apa yang bisa dibikin. Tapi kalau khusus untuk Rumah Sakit Lansia, saya rasa tidak perlu dibangun disana karena angin kan kencang,” tandasnya.(rhm)

