SIDRAP, BKM — Longsor terjadi di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap yang mengakibatkan tujuh dusun terisolir.
Saat ini jalur sepanjang 24 kilometer dari Desa Leppangeng ke tujuh dusun tak bisa dilalui kendaraan akibat tertutup material longsor di 23 titik.
Jembatan penghubung ke empat dusun terputus akibat banjir yang terjadi setelah diguyur hujan selama lima hari berturut turut. Sebanyak 1.300 jiwa terisolir dan tak bisa beraktifitas keluar masuk ke desa.
Kades Leppangeng, Alias S.Pt mengatakan kini aktifitas warga lumpuh total. Bencana longsor itu terjadi pada Senin (19/8) pagi.
“Jalur masuk ke tujuh dusun tak bisa dilalui kendaraan akibat tertutup material longsor,” katanya, Selasa (20/8).
Alias mengaku, bahwa longsor yang terjadi saat ini adalah yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Warga yang terisolir di tujuh dusun itu yakni Dusun Walawala 280 jiwa, Lumpingan 100 jiwa, Lengke 300 jiwa, Rante Siwa 150 jiwa. Dusun Leppangeng 180 jiwa, Galung 160 jiwa, dan Tosemang 130 jiwa. Selain itu, longsor juga merusak perkebunan cengke warga kurang lebih 100 pohon.
Ditambahkan Kades, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penanggulangan bencana. Menyingkirkan material longsor dengan menggunakan alat berat jenis exavator.
“Ini harus cepat kita lakukan, kalau tidak bisa-bisa kebutuhan makanan pokok warga disana habis karena tidak bisa keluar masuk pemukiman,” tandasnya.
Bupati Sidrap, H Dollah Mando memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi.
Sementara bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, kini menyisahkan lumpur dimana-mana. (ady/C)

