MAROS, BKM- Fenomena terpilihnya seorang Caleg yang tidak pernah turun berkampanye namun berhasil memperoleh suara terbanyak di Dapilnya, dinilai sebagai salah satu bentuk kegagalan Bawaslu Maros dalam menjalankan fungsi pengawasan saat Pemilu legislatif 17 April 2019 lalu.
Menurut Abdu Asiz saat dijumpai dalam diskusi evaluasi kinerja Bawaslu yang digelar di warung Kopi yang hasilnya amat sangat mengecewakan. Pasalnya, hal yang paling diidam-idamkan ternyata hanya isapan jempol semata.
“Pokoknya gagal ini Bawaslu. Saya minta dibubarkan saja. Tidak ada guna-gunanya. Apapun alasannya, pokoknya gagal total. Yang soal caleg itu, contoh kecilji nah. Contoh besarnya hari ini. Sangat kecewa saya,” ujar Aziz yang biasa disebut pakar segala hal, Kamis (22/8).
Asiz melanjutkan, kekecewaan publik pada Bawaslu Maros semakin menguat, saat diskusi. Pasalnya, ada sesuatu yang mengganjal, namun sulit untuk ia katakan.
“Ada yang mengganjal. Tapi sulit diutarakan. Jelas ini menodai proses demokrasi. Saya sebagai pakar segala hal, merasa terhina dan dilecehkan. Apa lagi saya harus duduk selama 3 jam mendengarkan sesuatu yang gak penting,”pungkasnya.(ari/rif/d)
Pakar Sebut Bawaslu Maros Gagal
×

